-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
pui-balittri
WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 66 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253504
Mengenal Hama dan Penyakit Kopi serta Cara Pengendaliannya di Bimtek Kopi Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Susilawati   
Selasa, 06 Agustus 2019 17:18

Kegiatan Bimtek Komoditas Kopi di Balittri masih berlanjut dihari kedua dengan pemberian materi Pengendalian Hama dan penyakit Tanaman Kopi.  Dr. Ir. Samsudin, MSi., selaku pemateri menjelaskan Hama dan penyakit utama yang terdapat pada tanaman kopi adalah Penggerek Buah Kopi (PBKo) dan karat daun. Pengendalian yang dilakukan merupakan pengendalian hama terpadu dengan penggunaan bahan organik baik pupuk, insektisida maupun fungisida.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Samsudin bahwa tidak semua serangga yang ada di pertanaman kopi merupakan hama. Serangga disebut hama adalah serangga yang merusak tanaman dan  dapat memberikan kerugian. Karena dilapangan ada serangga yang bermanfaat bagi tanaman seperti  serangga yang berfungsi sebagai musuh alami (predator dan parasitoid) dan serangga yang berfungsi sebagai penyerbuk (lebah madu). Samsudin menjelaskan serangga yang bermanfaat merupakan teman petani dan tidak boleh dimusnahkan. Selanjutnya dijelaskan juga bagaimana teknik mengendalikan hama PBKo yang ramah lingkungan. Pengendalian dilakukan dengan mengurangi naungan, pemangkasan, panen sering dan serentak, mengubur buah yang terserang (sanitasi), menggunakan musuh alami dari cendawan Beauveria bassiana dan menggunakan perangkap imago. Penggunaan insektisida tidak dianjurkan, mengingat hama PBKo ini berada di dalam buah kopi. Berbeda dengan penggerek batang kopi, salah satu pengendalianya dianjurkan menggunakan insektisida nabati Biotris. Pengendalian setiap hama berbeda sesuai dengan fase hama yang menyerang pada tanaman kopi.

Antusias peserta dalam mengikuti bimbingan teknis terlihat sangat jelas dengan adanya diskusi yang berjalan secara cair dan dinamis. Para PPL dan petani bertanya dan menyampaikan keluhan  yang pernah dialami di lapangan dalam mengendalikan hama dan penyakit Kopi.  Selain itu terlihat juga ketertarikan peserta dalam penggunaan pestisida organik yang dihasilkan Balittri untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman kopi. “Pestisida organik harus menjadi pilihan mengingat permintaan pasar akan kopi organik cukup menjanjikan” jelas Samsudin.

  

Diakhir kegiatan, peserta mempraktekkan penggunaan aplikasi Pakar Kopi. Aplikasi Pakar kopi merupakan aplikasi yang didedikasikan untuk masyarakat petani khususnya petani, agar dapat meningkatkan mutu tanaman kopi. Aplikasi ini dapat mempermudah PPL dan petani untuk mengidentifikasi, serangan dan pengendalian hama penyakit kopi.

Selanjutnya dilakukan kegiatan praktek dilapangan untuk melihat gejala serangan dan hama PBKo pada buah kopi. “Kegiatan bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami karena selain mendapatkan ilmu secara teori kami juga diajak kelapangan untuk melihat dan mempraktekan langsung apa yang sudah disampaikan, semoga Balittri bisa terus mengadakan kagiatan seperti ini kedepannya” komentar dari salah satu PPL peserta bimtek.

 

Artikel terkait