-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

perpus_digital
satu-layanan
Ejurnal
Pakar Kopi
Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 35 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290524
Dinas Pertanian Poso Tinjau Potensi Komoditas Tanaman Perkebunan di Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Senin, 07 Oktober 2019 07:30

Sektor perkebunan di Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah mengingat beberapa kecenderungan perkembangan industri di dunia saat ini, seperti pada pengembangan energi terbarukan. Pemanfaatan komoditas tanaman perkebunan sebagai penyokong ketersediaan energi sangat berpotensi untuk terus dikembangkan. 

Sebagai upaya peningkatan produksi, produktivitas tanaman, dan mutu produksi tanaman perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Poso melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri). Pada kesempatan ini sebanyak 8 (delapan) petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Poso berdiskusi mengenai pengembangan tanaman perkebunan.

Kebutuhan energi terus meningkat. Dalam kurun waktu setahun, pertumbuhannya mencapai 7%. Ketergantungan terhadap energi fosil mengakibatkan semakin terbatasnya cadangan pasokan minyak bumi sebagai bahan bakar. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang dipercaya dapat menjadi solusi tepat untuk mengatasi pasokan energi yang masih tergolong rendah.

Indonesia sendiri sudah memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan biofuel. Komitmen tersebut dibuktikan oleh adanya beberapa kebijakan terkait dengan pengembangan biofuel yang dikeluarkan oleh pemerintah termasuk salah satunya adalah dengan dikeluarkan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) sebagai bahan bakar lain.

Balittri sendiri telah melakukan pengembangan pemanfaatan bahan bakar biodiesel 100 persen atau B-100. Sejak tahun 2005 peneliti-peneliti di Balittri telah melakukan berbagai riset dalam upaya pengembangan BBN. Hingga saat ini sudah ada 26 jenis tanaman yang mempunyai potensi penghasil minyak telah diteliti.

Asif Aunillah, S.TP., M.Sc., yang juga peneliti Balittri menerangkan bahwa untuk pengembangan B-100 saat ini masih pada pemanfaatatan CPO (Crude Palm Oil) sebagai bahan baku. Menurutnya, saat ini komoditas yang paling cocok adalah kelapa sawit. "Walaupun kita berfokus di penyediaan Benih penghasil BBN, namun kita juga memiliki proses pengolahannya." Tegas Asif. Balittri kini telah mempunyai instalasi pengolahan biodiesel yang sudah bertandar Standar Nasional Indonesia (SNI). Mesin reaktor ini adalah salah satu komponen utama dalam upaya pengembangan B100. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Poso di kantor Balittri, Kamis (3/10).


Kemiri Sunan Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Indonesia sebetulnya memiliki puluhan jenis tanaman selain kelapa sawit yang juga berpotensi dikembangkan menjadi biofuel diantara, minyak kemiri sunan, jarak pagar, nyamplung,  bintaro, kesambi, bahkan tebu dan pati juga dapat diolah menjadi bioetanol. Namun dari sekian banyak komoditas penghasil minyak tersebut berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh peneliti di Balittri menyatakan bahwa Kemiri Sunan mempunyai potensi sangat baik untuk dijadikan BBN.

Kemiri Sunan atau reutealis trisperma (blanco) airy shaw memiliki hasil rendemen (hasil minyak mentah yang dihasilkan dari buahnya) yang cukup tinggi, yakni mencapai 50% dibandingan dengan tanaman penghasil minyak lainnya. Selain itu, Asif Aunillah, S.TP., M.Sc., juga menyampaikan bahwa tanaman kemiri sunan merupakan tanaman multiguna, artinya sebagai tanaman penghasil bahan bakar, namun juga dapat dijadikan sebagai tanaman konservasi, karena sangat baik tumbuh dilahan sub-optimal. Ditambahkan pula bahwa tanaman ini dapat ditanam secara polikultur bersama kopi atau sereh wangi. “Sebelum kemiri sunan dipanen, juga dapat ditanami tanaman lainnya disekitar kemiri sunan yakni kopi, wijen, serai wangi, kedelai dll.” Sambungnya. Kemiri sunan dapat tumbuh di lahan dataran rendah mulai dari 100-800 dpl. Daunnya yang rimbun mampu menyerap CO2.

Kemiri sunan efisien dikembangkan menjadi biodiesel karena karena tidak bersaing dengan sumber tanaman pangan. Balittri juga memiliki varietas unggul komoditas ini, yakni kermindo 1, kermindo 2, kemsu 1 dan kemsu 2. Asif Aunillah, S.TP., M.Sc., juga menerangkan proses pengolahan biodiesel dengan menggunakan mesin reaktor yang memiliki kapasitas 400 liter per hari serta sudah memiliki paten. Kedepannya tanaman kemiri sunan ini akan bernilai potensial apabila terus dikembangkan baik dalam peningkatan produktivitas tanaman maupun pengolahan.

 

Artikel terkait