-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
WBK
TV-TANI
Saber Pungli
Sigap UPG
Lapor.go.id
Ejurnal
pui-balittri
SKM
perpus_digital
PPID
Pakar Kopi
Kalender Tanam
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 83 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253944
Dukungan Dewan Riset Nasional dalam Pengembangan Bioindustri Perkebunan dan Bioenergi B-100 di Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Jumat, 18 Oktober 2019 07:30

Sukabumi-Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan kunjungan sekaligus rapat komisi teknis mengenai sinergi riset Bio Industri Perkebunan dan Kebijakan Bioenergi nasional di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) pada Kamis, (17/10). Rapat dipimpin oleh Dr. Ir. Fadjry Jufry selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Teknis Bidang Pangan dan pertanian.

Sebelum rapat dimulai, anggota DRN berkesempatan mengunjungi instalasi biodiesel B-100 di lokasi Taman Science Park (TSP) Balittri. Mereka didampingi langsung oleh Ir. Dibyo Pranowo selaku peneliti ahli utama Balittri meninjau teknologi pengolahan biodiesel. Masih di Kawasan TSP, selanjutnya bergerak menuju lokasi pengolahan kopi dan kakao untuk melihat inovasi bioindustri tanaman perkebunan, salah satunya olahan kopi dan kakao.

Ir. Hardiv Haris Situmeang, M.Sc., D.Sc. ketua komisi teknis bidang energi menyampaikan bahwa dalam upaya pengembangan bioenergi harus memperhatikan tiga faktor seperti sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga bisa menjadi berkelanjutan. Ditambahkannya pula perlu ada pemetaan potensi dan kerjasama dengan stakeholder dalam pengembangan bio energi ini. ”Renewable Energy adalah keunggulan termasuk B-100. Jadi, kami benar-benar mendukung pengembangan Bioenergi di sini (Balittri.red). Kedepannya yang harus disiapkan adalah bagaimana supaya dapat berkelanjutan. Sustainable energi ini harus menjadi perhatian sehingga kita dapat bersaing di pasar internasional.” Imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Ir. Iding Chaidir, M.Sc. selaku staff professional DRN, yang mengatakan bahwa produk dan teknologi yang dihasilkan oleh Balittri saat ini sudah siap untuk dipasarkan. Kedepannya adalah memikirkan bagaimana komersialisasi ini bisa berjalan lancar. Ia pun meyakini dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan potensi yang ada disini saya yakin Balittri dapat  membantu meningkatkan kegiatan ekonomi sehingga mempunyai dampak terhadap kesejahteraan masyarakat baik yang berada di sekitar maupun dalam cakupan yang lebih luas.

Begitu juga dengan Ir. Utama, Kajo anggota Komisi Teknis Pangan dan pertanian juga menegaskan bahwa Biodiesel B-100 yang dihasilkan oleh Balittri merupakan suatu teknologi tepat guna yang dirancang dan juga dapat dikembangkan di daerah-daerah. Menurutnya pengembangan B-100 ini sangat tepat ditujukan di daerah-daerah yang membutuhkan bahan bakar diesel sebagai sumber energi, terlebih lagi Biodiesel ini berasal dari CPO kelapa sawit. Tidak berhenti disitu saja, Balittri juga rupanya telah mengembangkan biodiesel berbahan dasar tanaman kemiri sunan. Kami (DRN.Red) melihat keberhasilan itu telah terbukti dari beberapa kendaraan operasional di lingkup Kementan yang sudah beralih menggunakan biodiesel B100 ini.

Kepala Balittri Dr. Tri Joko Santoso, S.P., M.Si juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan tim DRN ke Balittri. “Kunjungan DRN ini sangat membanggakan bagi balittri, kami sangat berterima kasih atas support yang diberikan terkait pengembangan B-100”. Tegasnya. Dukungan Dewan Riset Nasional terhadap apa yang telah dicapai oleh Balittri diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan para stakeholder, sehingga hilirisasi dari inovasi-inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dapat segera diwujudkan.

 

Artikel terkait