Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
satu-layanan
perpus_digital
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
pui-balittri
Lapor.go.id
LPSE
PPID
Pakar Kopi
SKM
WBS
TV-TANI
Saber Pungli
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 12 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1522918
Rapat Kerja Perdana 2020, Balittri Siap Akselerasi Wujudkan Lokomotif Tanaman Perkebunan PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Senin, 13 Januari 2020 07:30

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) menggelar rapat kerja perdana di awal tahun 2020 bersama seluruh karyawan pada kamis (9/1) kemarin. Rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Kepala Balittri, Dr. Tri Joko Santoso, S.P., M.Si. ini membahas beberapa agenda diantaranya penyampaian hasil Rapat Pimpinan A (Rapim) dan juga rencana strategis program penelitian tahun anggaran 2020.

Kepala Balittri menyampaikan bahwa program Balittri harus selaras dengan  program Kementerian Pertanian (Kementan).”Jadi kita dukung sepenuhnya dan kita support, tentunya nanti terkait kegiatan penelitian ataupun non penelitian di Balittri harus mengacu pada target Kementerian Pertanian”, sambungnya.

Dr. Tri Joko Santoso, S.P., M.Si, juga memberikan ulasan berkenaan dengan hasil  Rapim A yang dilaksanakan Kamis (2/1) lalu. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, telah memilah-milah tanaman apa saja yang menjadi target produksi di tahun 2020. Kementan menargetkan produksi karet sebanyak 3.589.070 ribu ton, 780.014 ton tanaman kopi, dan 638.000 ton tanaman kakao. Ketiga komoditas tanaman ini merupakan target utama dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya. Disamping meningkatkan produksi, pemerintah melalui Menteri pertanian juga menargetkan ekspor pertanian. Tahun 2020 ini, Ekspor Tanaman Karet ditargetkan dapat menembus angka 2.316.401 ton, Ekspor kopi sebanyak 305.834 ton, Ekspor kakao sebanyak 440.808 ton, dan ekspor tanaman teh sebanyak 46.879 ton. Tentunya Balittri mengambil peranan yang cukup strategis, sebab beberapa tanaman komoditas berdasarkan mandat komoditas di Balittri yakni  Karet, Kopi, Kakao, dan Teh.

Selain meningkatkan produksi berbagai komoditas pertanian, ditahun ini Kementan juga mengeluarkan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mendorong peningkatan Ekspor, khususnya tanaman perkebunan. Sebab, hingga saat ini subsektor perkebunan masih menjadi prioritas target Kementan.

Hal ini tentunya menjadi Komitmen besar bagi Balittri sebagai langkah penyelarasan target tersebut, Kepala Balittri pun menekankan agar semua inovasi dan teknologi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara langsung. Hilirisasi dari pengembangan inovasi di Balittri harus dapat didiseminasikan hingga menyentuh lingkup yang paling kecil, seperti kecamatan, lanjutnya.  Melalui rapat kerja ini, diharapkan dapat menjadi tekad untuk semua karyawan Balittri untuk siap akselerasi untuk mewujudkan tanaman perkebunan menjadi lokomotif pertumbuhan sektor pertanian.

 

Artikel terkait