Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
WBS
LPSE
TV-TANI
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
perpus_digital
Kalender Tanam
PPID
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
WBK
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 27 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1988151
Diskusi Kultur jaringan Bersama Peneliti Balittri dan PT. MERCK PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Mahardika   
Rabu, 12 Agustus 2020 07:30

Kultur jaringan merupakan salah satu metode perbanyakan tanaman yang banyak digunakan di lembaga penelitian dan perusahaan pertanian karena memiliki banyak kelebihan, salah satunya yaitu dapat menurunkan sifat yang sama dan seragam dalam jumlah banyak. Sebagai lembaga penelitian yang memiliki tugas utama melepas varietas unggul, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) juga menggunakan metode kultur jaringan dalam perbanyakan tanaman untuk keperluan penelitian. Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai alat terbaru dalam teknik kultur jaringan sangat bermanfaat bagi para peneliti.

Selasa, 11 Agustus 2020,  PT. MERCK mengunjungi Balittri untuk berbagi informasi mengenai alat terbaru dalam proses kultur jaringan. Alat yang disebut sebagai RITA yaitu sebuah wadah yang didesain sedemikian rupa sehingga bermanfaat dalam proses induksi kalus, multipikasi, rooting dan memuat planlet. Dalam kesempatan ini, tim dari PT. Merck menjelaskan mengenai manfaat dan cara kerja alat serta keunggulan RITA apabila dibandingkan dengan alat yang lain.

Dr. Tri Joko Santoso, S.P., M.Si selaku Kepala Balai secara langsung membuka acara ini. Sebanyak 40 peneliti Balittri juga turut hadir pada kegiatan presentasi, demo penggunaan alat dan diskusi berlangsung dengan sangat hangat dan efektif. Kegiatan ini tentu saja membuka wawasan para peneliti mengenai kemajuan teknologi yang terus berkembang dalam bidang kultur jaringan.

 

Kebaruan dan kemajuan merupakan hal yang sangat akrab bagi para peneliti. Sehingga kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para peneliti untuk menyegarkan pikiran dan mengumpulkan ide-ide inovatif sehingga dapat terus berkarya bagi kemajuan pertanian Indonesia.

 

Artikel terkait