Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
WBS
LPSE
TV-TANI
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
perpus_digital
Kalender Tanam
PPID
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
WBK
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 26 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1988096
Inovasi Teknologi Untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Tanaman Industri dan Penyegar PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Intan Nurhayati   
Senin, 07 September 2020 09:20

Untuk kedua kalinya Balittri menyelenggarakan webinar terkait tanaman perkebunan, Kamis (3/9).  Bila pada webinar pertama lebih banyak menggali mengenai teknlogi perakitan varietas tanaman perkebunan,  maka pada webinar kedua ini mengambil tema “Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Tanaman Industri dan Penyegar”.

Seperti disampaikan Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Dr. Tri Joko Santoso, M.Si, dalam sambutannya, kegiatan webinar ini sejalan dengan Program Grasida (gerakan  peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing) yang diusung Kementerian Pertanian  menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern.  Ada tujuh komoditas yang sedang dipersiapkan untuk program ini, dan dua diantaranya adalah mandat Balittri, yaitu kopi dan kakao.

Untuk mewujudkan program tersebut masih banyak tantangan yang harus dihadapi,  salah satunya adalah industri pasca panen tanaman perkebunan.   Kita masih bertumpu pada teknologi yang konvensional sehingga diperlukan adanya terobosan-terobosan baru menggunakan teknologi modern. Dengan hadirnya para pakar yang mumpuni di bidangnya, Ka Balai mengharapkan webinar ini bisa memberikan warna dan motivasi bagi para peserta untuk berinovasi dalam peningkatan nilai tambah dan daya saing produk tanaman perkebunan.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc merupakan guru besar sekaligus Dekan  Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada dengan bidang kepakaran bioteknologi. Dalam materi yang dirangkum dalam judul “Bioteknologi Pengolahan Produk Tanaman Industri dan Penyegar untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing”, beliau menjelaskan mengenai kontribusi aplikasi bioteknologi dalam pengolahan pangan, khususnya komoditas tanaman perkebunan sehingga dihasilkan berbagai inovasi yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi.

Bioteknologi adalah aplikasi teknologi yang menggunakan sistem biologi, organisme hidup untuk membuat atau memodifikasi produk atau proses untuk kegunaan khusus, bisa organisme hidup, enzim, atau kombinasi.  Bioteknologi pangan adalah aplikasi teknik biologi untuk hasil tanaman pangan, hewan, dan mikroorganisme dengan tujuan meningkatkan sifat, kualitas, keamanan, dan kemudahan dalam pemrosesan dan produksi tanaman.  Kontribusinya dalam processing adalah menciptakan food security dengan cara meminimalisasi limbah dan loses serta dengan meningkatkan ketersediaan dan marketability. Pemroresan bahan makanan ini  bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan dari makanan tersebut. Di negara berkembang, bioteknologi dalam pemrosesan bahan pangan menggunakan mikrobia inokulan untuk meningkatkan karakteristikseperti rasa, aroma, waktu simpan, tekstur, dan nilai nutrisi makanan.

Dalam kaitannya dengan komoditas perkebunan, aplikasi bioteknologi salah satunya untuk meningkatkan kualitas biji kopi melalui proses fermentasi atau produksi kopi luwak hanya dengan menggunakan bakteri dari pencernaan luwak, begitu pula halnya dengan kakao.  Teknologi fermentasi biji kakao akan meningkatkan kualitas kakao yang diindikasikan dengan tingkat pH, keasaman, indeks fermentasi, dan total asam amino hidrofobik. Aplikasi bioteknologi juga dapat dimanfaatkan untukmeningkatkan nilai ekonomi dari porang.  Porang merupakan penghasil glukomanan, yaitu polisakarida yang tersusun oleh unit D-glukosa dan D-mannosa yang dimanfaatkan pada industri pangan, farmasi dan kimia.

Selain processing, bioteknologi di bidang tanaman perkebunan juga bisa diaplikasikan dalam tahap pengolahan limbah,  baik sebagai hasil samping tanaman maupun hasil samping olahan pabrik.  Misalnya pengolahan bungkil, tandan, dan kulit buah kelapa sawit dan kakao yang dapat menghasilkan produk-produk baru yang bernilai tambah. Dengan bioteknologi ini sepatutnya menjadikan Indonesia yang kaya dengan keragaman hayatinya menjadi negara yang unggul dalam inovasi produk-produk pangan sesuai kebutuhan pasar.

Narasumber kedua adalah Eko Heri Purwanto, STP.,M.Sc, yang menyampaikan materi mengenai “Teknologi Proses Pengolahan Produk Tanaman Industri dan Penyegar”. Tanaman industri dan penyegar yang merupakan mandat Balittri meliputi kakao, kopi, karet, teh, makadamia, melinjo, asam, kola, iles-iles, kemiri sayur, kemiri sunan, kosambi, pongamia, bintaro, dan jarak pagar.

Konsumsi kakao secara global cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya.  Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk memasok kebutuhan pasar dan tentunya tantangan bagi Balittri untuk melakukan penelitian agar bisa meraih peluang tersebut. Peneliti pascapanen Balittri ini pun menjelaskan secara rinci proses pengolahan kakao, yang sering diistilahkan from beans to bar, mulai dari pengolahan biji kakao hingga menjadi produk siap konsumsi. Hal yang sama juga dijelaskan pada komoditas kopi, mengenai kebutuhan dunia dan konsumsi kopi saat ini dan proses pengolahannya.  Konsumsi kopi saat ini sudah merupakan bagian dari gaya hidup, baik dalam skala nasional maupun global. Tak heran bila berbagai inovasi pengolahan kopi ini terus bermunculan agar bisa memberikan daya tarik dan daya saing yang lebih tinggi.

Selain itu, dijelaskan pula proses pengolahan minyak nabati. Balittri juga memiliki mandat untuk meneliti dan mengembangkan tanaman penghasil energi nabati yang ramah lingkungan dan terbarukan.  Tanaman tersebut di antaranya adalah jarak pagar, kepuh, kosambi, karet, kelapa, kelapa sawit, pongamia, nyamplung, bintaro, kemiri sayur, kemiri sunan, dan jarak kepyar.  Tak hanya meneliti tanaman mandat penghasil bahan bakar nabati, Balittri juga mengembangkan bioreaktor biodiesel dan beberapa diantaranya sudah mendapatkan paten.

Setelah pemaparan materi, peserta webinar diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan yang dijawab dan dijelaskan oleh narasumber secara langsung. Dari banyak penanya, terpilihdua orang, yaitu Izaac Jr Litaay dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi untuk menyampaikan pertanyaan secara live dan seperti biasa mendapat bingkisan menarik dari Balittri.

Kegiatan webinar online ini akan terus digalakkan oleh Balittri sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberikan kontribusi atau memfasilitasi transfer ilmu dan inovasi kepada stakeholders, baik praktisi maupun para akademisi, meskipun di masa pandemi yang membatasi gerak dan ruang.  Tentunya hal ini tidak lepas dari upaya untuk memajukan pertanian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani pada akhirnya (Intan).