Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
TV-TANI
SKM
Sigap UPG
pui-balittri
WBS
PPID
Pakar Kopi
Kalender Tanam
Lapor.go.id
Saber Pungli
perpus_digital
Ejurnal
WBK
satu-layanan
LPSE

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 11 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1667464
Jutaan Hektar Lahan di Bawah Tegakan Karet Berpotensi sebagai Lahan Pangan PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Yulius Ferry   
Senin, 12 Oktober 2020 07:30

Dalam usaha meningkatkan cadangan pangan nasional, segala cara harus ditempuh, termasuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan tanaman karet. Tanaman karet yang masih muda (RBM) daya naungannya masih rendah, masih tersisa intresepsi cahaya matahari bawahnya  sebesar >80%. Demikian juga pada tanaman karet yang telah tua dan rusak intersepsi cahaya di bawahnya juga melebihai 80%. Pada kondisi intersepsi cahaya yang cukup besar tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan seperti padi ladang atau jagung.

Telah banyak petani yang telah melakukan penanaman tanaman pangan pada lahan karet, dan terbukti dapat menambah pandapatan dan berpengaruh positif bagi tanaman karet, karena lahan menjadi lebih terawat, karena selalu bersih dari gulma dan efek pemupukan dan pemberian bahan organik pada budi daya tanaman pangan. Namun karena belum membudaya, pemanfaatan lahan dibawah tegakan karet tidak begitu intensif dan bimbingan pun tidak diarahkan untuk itu.

Luas areal tanaman karet telah mencapai 3.639.695 ha (Dirjenbun, 2016), terdiri dari tanaman muda (TBM)  485.100 ha, tanaman menghasilkan (TM) 3.021.758 ha, dan tua/rusak (TT/TR) 132.792 ha. Tersedia dari tegakan karet muda dan yang tua/rusak tersedia lahan seluas 617.892 ha. Jika 80% lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam tanaman padi ladan dan jagung secara bergiliran,maka akan dihasilkan produksi padi sebanyak 463.419 ton dan jagung sebanyak 926.838 ton dalam setahun (Tabel 1). Dengan asumsi bahwa produktivitas padi ladang dibawah tekan karet sebesar  1 ton/ha, dan jagung sebesar 2 ton/ha. Jumlah tersebut cukup berarti untuk menambah cadangan pangan dalam negeri. 

Tabel 1. Perkiraan produksi padi ladang dan jagung pada lahan di bawah tegakan karet/tahun

Luas lahan di bawah tegakan tanaman karet (ha)


Pergiliran tanam

Tanam padi

Tanam Jagung

Luas tanam (Ha)

Potensi produksi (ton)

Luas tanam (Ha)

Potensi produksi (ton)

494,314

494.314

494.314

494.314

988.628 


Areal tanaman karet tersebar hampir disemua daerah di Indonesia, beberapa daerah yang mempunyai areal karet >10.000 ha dapat dijadikan sentra produksinya seperti terlihat pada Gambar 1. Sumatera Selatan merupakan daerah yang mempunyai lahan tanaman karet muda (<3 tahun) terluas, kemudian Jambi, Kalbar dan Kalteng. Daerah tersebut termasuk daerah yang mempunyai kesesuaian yang cukup untuk pengembangan tanaman padi ladang dan jagung. Melihat sebaran lahan tanaman karet yang berpotensi untuk tanaman pangan tersebut sangat luas, maka tambahan produksi padi dan jagung tersebut juga tersebar, tidak dekonsentrasi di satu daerah saja. Hal ini akan berpengaruh positif bagi pengdistribusian dan harga jual nantinya.

Beberapa informasi yang diperlukan selain umur tanaman karet diatas adalah antara lain, ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga, modal dan harga produk tersebut di pasar setemapat, ketersedian benih, dan minat petani. Peran lahan diantara tanaman karet akan lebih besar lagi jika jarak tanam karet diperbaiki menajdi 2 x 10 meter, dimana jarak tanam 10 m tersebut memnberikan peluang yang lebih aus untuk jenis tanaman yang dapat ditanam diantara karet dan waktunya akan lebih panjang lagi, tidak hanya 5 tahun tapi bahkan sampai umur >10 tahun.