Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
PPID
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
WBK
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Sigap UPG
WBS
LPSE
TV-TANI
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
perpus_digital
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 21 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1979318
Rapat Seninan: Pembahasan HKM Peneliti dan IKU Balai PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Mahardika Puspitasari   
Senin, 26 April 2021 15:07

Sebagai lembaga penelitian, Rapat Koordinasi merupakan kegiatan yang penting dilaksanakan untuk menyamakan langkah dalam bekerja untuk tujuan yang sama. Rapat Seninan merupakan satu wadah pertemuan koordinasi di Balittri yang diinisiasi sejak tahun 2020 lalu. Pertemuan ini membahas beberapa isu yang penting untuk diketahui oleh seluruh pegawai Balittri. Senin, 19 April 2021 lalu, Rapat Seninan kembali dilaksanakan dengan topik pembahasan HKM peneliti dan IKU Balai. Kegiatan yang diikuti oleh Peneliti, Calon Peneliti, Teknisi litkayasa dan Calon Teknisi litkayasa ini dilaksanakan secara online dan offline. 

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Dr. Tri Joko Santoso, S.P., M.Si dan selanjutnya dipimpin oleh Sub Koordinator Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian Nur Kholilatul Izzah, S.P., M.P., Ph.D. Dalam kegiatan ini, materi mengenai pembahasan HKM disampaikan oleh Dr. Bariot Hafif dan materi mengenai penghitungan formasi jabatan fungsional peneliti berdasarkan capaian IKU Balai disampaikan oleh Asif Aunillah, S.T., M.Sc. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini sangat efektif. Banyak pertanyaan pertanyaan yang disampaikan dan dijawab langsung oleh para narasumber.

 

Kegiatan ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa untuk mencapai IKU Balittri dan menjaga agar kuota formasi jabatan fungsional peneliti di setiap jenjang tetap ada diperlukan kerjasama dari seluruh peneliti dan teknisi litkayasa. Tugas kitalah untuk dapat memberikan yang terbaik sesuai bidang kita masing masing demi tercapai tujuan bersama, mewujudkan perkebunan Indonesia yang lebih baik (Dk).