Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
PPID
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
WBK
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Sigap UPG
WBS
LPSE
TV-TANI
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
perpus_digital
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1979402
Pengelolaan dan Sertifikasi Benih Kopi Robusta PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Intan Nurhayati   
Kamis, 10 Juni 2021 07:30

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbanyakan Kopi Robusta yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) bekerja sama dengan Balai Benih Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, hari kedua bimtek  (9/6/2021) mengusung materi “Pembangunan, pengelolaan, penetapan kebun entres dan perbenihan” dan “Sertifikasi benih kopi Robusta”.

Cici Tresniawati, SP, M.Si., salah satu peneliti pemuliaan tanaman di Balittri menerangkan dasar secara rinci mengenai pembangunan kebun entres kopi robusta. Dasar hukum pembangunan kebun entres ini adalah Peraturan Menteri Pertanian No. 50/Permentan/KB.020/9/2015 tentang Produksi, Sertifikasi, Peredaran Dan Pengawasan Benih Perkebunan dan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 88/KPTS/KB.020/11/2017 tentang Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kopi (Coffea sp).

Kebun Entres (KE) adalah kebun yang dibangun dengan tata tanam khusus sebagai penghasil entres untuk membuat setek (cutting), sambungan (grafting) serta perbanyakan secara in vitro sedangkan entre situ sendiri adalah bahan tanaman yang dapat berupa entres pucuk (ortotrop) atau entres cabang (plagiotrop) yang memiliki mata tunas atau titik tumbuh sebagai batang atas pada proses penyambungan dan atau bahan setek. 

Dalam pembangunan kebun entres kopi robusta perlu memperhatikan kesesuaian tanah, iklim, lokasi, bahan tanam, dan rancangan tata tanam. Ketinggian tempat kurang atau sama dengan 700 m dpl, kemiringan lereng maksimal 20%, kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm, tekstur tanah berlempung, struktur tanah lapisan atas remah, drainase baik, dan keasaman tanah (pH) 5,5-6,5. Sedangkan curah hujan 1.500 mm-3.500 mm/tahun dengan suhu udara 25° - 32°C.  Untuk lokasi ideal untuk pembangunan kebun entres adalah akses transportasi, dekat dengan sumber air, lahan bebas dari hama dan penyakit tanaman, setidaknya seluas setengah hektar dan tentu saja kepemilikannya jelas.  Bahan tanam kebun entres kopi robusta harus yang sesuai dengan ketinggian dan iklim lahan, komposisi tanaman poliklonal, minimal 5klon (termasuk BP 308), dan berupa benih sambungan atau  setek. 

Untuk menghasilkan benih yang baik, diperlukan pula pengelolaan kebun entres yang baik. Untuk itu pemeliharaan tanaman harus dilakukan secara rutin, di antaranya penyulaman (tanaman mati/ sakit/ off type), pemupukan (pupuk kandang dan pupuk kimia), pemangkasan , mencegah tanaman berbunga, pengendalian gulma, hama dan penyakit (berbahan kimia atau nabati), dan mengurangi penaung jika terlalu rimbun.

Kebun entres robusta harus ditetapkan untuk mendapatkan validitas produksi benih. Tim penetapan kebun entres ini meliputi Direktorat Jendral Perkebunan,. Pemuliaan Tanaman Kopi, PBT (Dirjenbun, BBPPTP, UPTD Provinsi). Untuk itu, perlu disiapkan dokumentasi dan administrasi yang lengkap sebelum adanya visitasi tim penetapan ke lapangan.

Materi kedua pada hari kedua ini adalah  “Sertifikasi benih kopi Robusta” yang dipaparkan oleh Ir. Saefudin, peneliti senior dan juga ketua tim perbenihan Balittri. Payung hukum untuk sertifikasi benih tanaman adalah UU RI No 12 tahun 1992 tentang  Sistem Budidaya Tanaman (UU No. 22 tahun 2019 Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan), PP No. 44 tahun 1995  tentang Perbenihan Tanaman, Permentan No. 50/KB.020/9/2015 tentang Produksi, Sertifikasi, Peredaran Dan Pengawasan BTP, dan KEPMENTAN RI  no  88/Kpts/Kb.020/11/2017 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran Dan Pengawasan Benih Tanaman Kopi.

Benih unggul yang akan diedarkan ke masyarakat wajib memenuhi standar mutu, disertifikasi dan diberi label.  Siapapun yang mengedarkan benih tanpa memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku akan diancam hukuman pidana dan denda yang besar.  Materi “Sertifikasi Benih Kopi Robusta” ini sangat urgent bagi para peserta bimtek yang nantinya akan menjadi sosok di belakang layar dalam produksi benih kopi robusta di Jawa Tengah.  Tak heran bila banyak pertanyaan yang diajukan peserta terkait kegiatan sertifikasi ini.

Kegiatan bimtek hari kedua ini kemudian berlanjut di Agrowidya Wisata Ilmiah (AwWI) Balittri, didampingi oleh Nurkholis, M.Sc. yang juga peneliti pemuliaan Balittri.  Di sana, peserta mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai pembangunan, pengelolaan, penetapan kebun entres dan perbenihan.

 

Artikel terkait