Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
TV-TANI
SKM
Sigap UPG
pui-balittri
WBS
PPID
Pakar Kopi
Kalender Tanam
Lapor.go.id
Saber Pungli
perpus_digital
Ejurnal
WBK
satu-layanan
LPSE

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 14 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1668958
Biotri-V datang, busuk buah dan busuk pangkal batang kakao hilang PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Widi Amaria   
Senin, 05 Oktober 2020 12:30

Penyakit busuk buah kakao yang disebabkan jamur Phytophthora palmivora merupakan salah satu musuh utama petani kakao. Biotri-V yang berbahan aktif spora jamur Trichoderma viride dapat menjadi solusi pendaliannya. Biofungisida racikan peneliti Balittri ini menggunakan bahan pembawa talk dengan kandungan T. viride 108 cfu/gram. T. viride adalah agens hayati yang efektif mengendalikan penyakit tanaman dan berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jamur ini juga mampu bertahan cukup lama pada kondisi kurang menguntungkan dan efektif dalam memanfaatkan nutrisi. Sifatnya sangat agresif dalam menekan patogen tanaman, baik melalui mekanisme antagonistik maupun hiperparasitik, serta sekaligus sebagai promoter pertahanan tanaman.


biotri-v


Di pembibitan kakao, Biotri-V mampu menurunkan tingkat serangan P. palmivora sampai 50%, dan terbukti dapat memicu pertumbuhan tanaman serta recovery dari serangan busuk pangkal batang. Pengendalian efektif untuk tanaman kakao di lapang baik busuk buah maupun pangkal batang yang disebabkan P. palmivora ini,  dianjurkan melalui integrasi Biotri-V dengan teknologi budidaya yang baik, yaitu sanitasi, drainase, dan pemangkasan.

Untuk pengendalian penyakit busuk buah kakao, 10 gram biofungisida Biotri-V dilarutkan dalam dalam 1 liter air, kemudian disemprotkan pada seluruh permukaan buah, terutama buah yang masih pentil berukuran 5–10 cm. Selain itu, Biotri-V juga dapat diaplikasikan untuk mengendalikan patogen tular tanah dengan cara menyiramkan larutan biofungisida tersebut pada tanah dan dicampur dengan pupuk organik. (WA)