-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
SKM
Lapor.go.id
Saber Pungli
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 16 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 975447
Biotri-V datang, busuk buah dan busuk pangkal batang kakao hilang PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Widi Amaria   
Sabtu, 25 Juni 2016 12:30

Penyakit busuk buah kakao yang disebabkan jamur Phytophthora palmivora merupakan salah satu musuh utama petani kakao. Biotri-V yang berbahan aktif spora jamur Trichoderma viride dapat menjadi solusi pendaliannya. Biofungisida racikan peneliti Balittri ini menggunakan bahan pembawa talk dengan kandungan T. viride 108 cfu/gram. T. viride adalah agens hayati yang efektif mengendalikan penyakit tanaman dan berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jamur ini juga mampu bertahan cukup lama pada kondisi kurang menguntungkan dan efektif dalam memanfaatkan nutrisi. Sifatnya sangat agresif dalam menekan patogen tanaman, baik melalui mekanisme antagonistik maupun hiperparasitik, serta sekaligus sebagai promoter pertahanan tanaman.

 

biotri-v

 

Di pembibitan kakao, Biotri-V mampu menurunkan tingkat serangan P. palmivora sampai 50%, dan terbukti dapat memicu pertumbuhan tanaman serta recovery dari serangan busuk pangkal batang. Pengendalian efektif untuk tanaman kakao di lapang baik busuk buah maupun pangkal batang yang disebabkan P. palmivora ini,  dianjurkan melalui integrasi Biotri-V dengan teknologi budidaya yang baik, yaitu sanitasi, drainase, dan pemangkasan.

Untuk pengendalian penyakit busuk buah kakao, 10 gram biofungisida Biotri-V dilarutkan dalam dalam 1 liter air, kemudian disemprotkan pada seluruh permukaan buah, terutama buah yang masih pentil berukuran 5–10 cm. Selain itu, Biotri-V juga dapat diaplikasikan untuk mengendalikan patogen tular tanah dengan cara menyiramkan larutan biofungisida tersebut pada tanah dan dicampur dengan pupuk organik. (WA)