-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 872732
Karat Daun Kopi, Siklus dan Gejalanya di KP Pakuwon PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Tajul Iflah   
Jumat, 08 Juli 2016 10:28

Perkembangan penyakit karat daun sangat dipengaruhi faktor lingkungan, yaitu suhu, kelembapan udara, curah hujan, dan sinar matahari. Suhu yang mendukung untuk perkembangan H. vastatrix adalah suhu minimum 15C, optimum 22C dan maksimum 28C, jika suhu di atas atau di bawah suhu tersebut di sekitar tanaman kopi menghambat perkembangan penyakit. Hujan sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit karat karena akan meningkatkan kelembapan yang sangat dibutuhkan untuk perkecambahan uredospora  (seperti tepung yang berwarna orange) dan penyebaran jamur H. vastatrix. Sinar matahari langsung ke permukaan daun dapat menghambat proses perkecambahan uredospora dan memperpanjang periode inkubasi penyakit karat daun.

Gejala penyakit karat daun, a) tanaman kopi terserang karat daun, b) gejala awal dan lanjut, c) Uredospora pada permukaan daun dan d). Morfologi uredospora H. vastatrix (Sumber: Rita Harni, 2016)

Pengamatan terhadap siklus penyakit karat daun kopi dilakukan pada tahun 2014 dan 2015 di KP Pakuwon saat kopi sudah berumur ± 3 tahun. Dari hasil pengamatan peneliti Balittri Rita Harni diinfokan bahwa serangan H. vastatrix mulai terlihat pada bulan Mei, dengan gejala berbentuk bercak kecil berwarna kuning pada permukaan bawah daun dengan jumlah sedikit, selanjutnya bercak bertambah banyak. Bulan Juni sebagian bercak sudah berkembang menjadi bercak yang lebih besar dan beberapa berak sudah ada yang bersporulasi. Pada bulan Juli sebagian besar bercak sudah membentuk uredospora dan mencapai puncaknya pada bulan Agustus. Beberapa bercak sudah bergabung membentuk bercak yang lebih besar, berwarna coklat, mengering, dan daun mulai rontok. Hampir semua daun yang terserang sudah rontok pada akhir September. Pada bulan Oktober serangan penyakit karat daun sudah tidak kelihatan lagi. Dengan diketahuinya siklus, gejala, dan faktor penghambat penyakit karat daun, diharapkan antisipasi dan penanganan penyakit tersebut dapat segera diatasi sedini mungkin, baik terhadap tanaman yang belum terserang ataupun untuk tanaman yang sudah terlanjur terserang. (Syafaruddin/Arifa Chan)