-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID
satu-layanan
Saber Pungli
SKM
WBS
TV-TANI
WBK
perpus_digital
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 29 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 776464
Seminar Rutin Balittri Bulan September 2016 PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Elsera BR Tarigan   
Rabu, 21 September 2016 08:09

Seminar rutin Balittri merupakan sarana dalam rangka meningkatkan wawasan dan kebersamaan melalui sharing ilmu dan pengetahuan antar peneliti. Pada seminar kali ini (20/09/2016) menampilkan narasumber Ir. Handi Supriadi yang membawakan tema (1) peningkatan produktivitas kakao melalui pemupukan, dan (2) budidaya kopi dan kakao untuk adaptasi serta mitigasi perubahan iklim.

Dalam sesi pertama seminar membahas isu rendahnya produktivitas kakao nasional sehingga tidak sanggup memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Salah satu faktor penyebabnya diyakini berkaitan dengan aspek kesuburan tanah. Sayangnya, data kesuburan tanah masih belum terbarukan sehingga perlu dilakukan kegiatan penelitian mengenai kesesuaian lahan, iklim, dan unsur hara pada berbagai lokasi (spesifik lokasi). Hal ini penting karena setiap lokasi pengembangan kakao memiliki karakteristik agroekosistem yang berlainan.

Sesi kedua membahas program budidaya kopi dan kakao untuk  adaptasi serta mitigasi perubahan iklim. Indonesia telah masuk dalam nota kesepahaman antara UNDP (united nations development programme) dan GCF (green climate fund) yang ditanda tangani pada tanggal 5 Agustus 2016.  Fokus kerjasama ini adalah untuk meningkatkan ketahanan dan penguatan: (1) mata pencaharian orang yang rentan terhadap perubahan iklim; (2) kesehatan, kesejahteraan, serta ketahanan pangan dan air; (3) infrastruktur dalam membangun lingkungan dan terhindar dari ancaman perubahan iklim. Arah mitigasi pada prinsipnya meliputi kegiatan-kegiatan yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memperbanyak biomassa. Wilayah kerjanya meliputi Maluku dan Flores dalam kurun waktu enam tahun. Proposal yang diajukan mencakup agro input (ketersediaan benih), agroforestry (jenis penaung), pengetahuan (training), pasar, rantai pasar, institusi, keuangan dan peran pemerintah maupun swasta. (Dani/Arifa)

 

Artikel terkait