-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
TV-TANI
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID
SKM
perpus_digital
WBS
Saber Pungli
satu-layanan
WBK
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 21 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 837684
ICO Bahas Cost of Production di Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Widi Amaria   
Rabu, 08 Februari 2017 14:35

Hari Selasa, 7 Februari 2016, institusi yang berperan penting dalam membantu aktivitas Indonesia sebagai anggota dalam International Coffee Organization (ICO) mengadakan rapat untuk membahas Cost of Production (CoP) di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri). Acara ini  merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan Special Session ICO untuk menyusun CoP perkebunan kopi yang telah dilaksanakan di Hotel Salak, Bogor, pada tanggal 18 Januari 2016. Rapat kali ini dihadiri perwakilan dari Ditjen Perundingan APEC dan Organisasi International Kementerian Perdagangan,  Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, dan Badan Pusat Statistik. Dari Balittri hadir beberapa peneliti senior dan pejabat struktural antara lain; Ir. Syafaruddin, Ph.D., Dr. Bariot Hafif, M.Sc., Ir. Dibyo Pranowo, Ir. Bedy Sudjarmoko, M.Si, Ir. Handi Supriadi, Dr. Samsudin, M.Si., dan Ir. Edi Wardiana, M.Si.

 

Rekapan CoP kopi Indonesia disusun sebagaimana permintaan dari ICO. CoP kopi masing-masing negara peserta  digunakan ICO sebagai data base dalam memantau tren perkembangan bisnis kopi dunia dan juga sebagai standar dalam penyusunan alokasi anggaran ICO untuk membantu dan mendorong pengembangan kopi di masing-masing negara anggota. Diskusi aktif dalam menentukan kalkulasi CoP kopi ditunjukkan oleh semua peserta. Dalam penyusunan CoP tanaman kopi diasumsikan mempunyai masa produktif selama rentang waktu 25 tahun. Diharapkan sebelum sidang ICO di London bulan Maret mendatang data sudah lengkap dan telah disepakati bersama. Hasil pembahasan CoP kopi ini akan digunakan sebagai bahan masukan kepada Kementerian Perdagangan sebagai vocal point Indonesia di ICO.

 

Artikel terkait