-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
TV-TANI
satu-layanan
pui-balittri
Pakar Kopi
WBS
Sigap UPG
SKM
Ejurnal
Lapor.go.id
perpus_digital
Saber Pungli
Kalender Tanam
WBK

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 24 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1145580
Energi Alternatif? Yaaa Kemiri Sunan PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Syafaruddin   
Sabtu, 11 Februari 2017 10:40

Jumat, 10 Februari 2017, Balittri kedatangan 3 orang tamu yaitu Ir. Andy Gumala, MBA (Vice President PT Agricon, Bogor), Dr. Arief Darmawan, S.Hut, M.Sc (lektor madya pada Fakultas Pertanian Universitas Lampung) dan Rizka Bayu Wirawan, SP, MP (auditor madya pada Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Jakarta). Rombongan dipimpin Rizka Bayu Wirawan (RBW) bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus melihat perkembangan terakhir hasil-hasil penelitian tanaman Kemiri Sunan yang memiliki potensi besar sebagai sumber energi altenatif. Pada tahun 2011, RBW adalah anggota tim investigasi Itjen Kementan dalam kasus klaim kepemilikan varietas Kemiri Sunan yang akhirnya dikuasai oleh negara serta dimungkinkan untuk dikembangkan pemanfaataannya oleh siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan bioenergi di Indonesia.

 

Dalam kunjungan selama kurang lebih 3 jam ini, rombongan diterima langsung oleh Kepala Balittri Ir. Syafaruddin, Ph.D yang menjelaskan secara rinci tentang aspek teknis manfaat tanaman Kemiri Sunan sebagai sumber energi alternatif (biodiesel). Rombongan juga diajak melihat langsung ke lapangan dan proses pengolahan Kemiri Sunan mulai dari pengepresan hingga menjadi BBM siap pakai.

 

Pengembangan bioenergi merupakan prioritas nasional tahun 2018 dimana tanaman Kemiri Sunan yang penelitian dan pengembangannya dipelopori oleh Balittri, diharapkan dapat berperan positif dalam mewujudkan ketahanan energi di Indonesia. Karenanya Balittri membuka peluang kerjasama seluasnya dengan berbagai pihak yang peduli dan tertarik untuk mengembangkan Kemiri Sunan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang diperkirakan akan habis sebelum tahun 2050.