Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
WTP
TV-TANI
WBS
Ejurnal
WBK
Kalender Tanam
perpus_digital
PPID

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 638600
Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Balangan untuk Kemajuan Komoditas Karet PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Sunar Tiyono   
Rabu, 25 Oktober 2017 16:55

Karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditi utama masyarakat Kabupaten Balangan. Tanaman karet telah dibudidayakan di daerah ini semenjak awal tahun 1960-an. Walau punya sejarah panjang dengan tanaman karet tetapi masyarakat belum mengetahui secara detail mengenai tentang komoditi ini baik pada on farm maupun off farm.

Di kebun-kebun masyarakat masih dapat dijumpai sisa karet yang ditanam pada awal 1960-an dengan kondisi jarak tanam yang tidak teratur dalam hamparan kebun campur.  Mayoritas tanaman karet yang berproduksi saat ini berasal dari bibit cabutan dan penanganan pasca panen terhadap bahan olah karet pun terkesan masih seadanya.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Ir.Rudiansyah dalam acara kunjungan kerja beserta rombongan ke Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Rabu 25/10/2017. Dalam kesempatan tersebut Rudiansyah juga berharap agar peserta studi banding mampu menyerap ilmu pengetahuan di Balittri dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pemahaman petani karet khususnya dalam hal budidaya,produksi lateks, serta pasca panen.

Lebih lanjut Ir. Juniaty Towaha (Ketua Kelompok Peneliti Ekofisiologi dan Teknologi Benih) dalam sambutannya sangat mengapresiasi kepercayaan dari pemerintah daerah Kabupaten Balangan kepada Balittri,dan Balittri pun siap mengakomodir daerah yang mengembangkan komoditas karet sekaligus meningkatkan kapasitas SDM melalui program magang /pelatihan.

Rombongan peserta studi banding selanjutnya dipandu oleh Ir. Rusli ke kawasan Agro Widya Wisata Ilmiah(AWWI) untuk melihat perkembangan inovasi teknologi di Balittri sekaligus berdiskusi di lapangan dan mengarahkan peserta ke kebun induk kakao BL 50, serta kebun entres kopi Robusta sekaligus memberikan penjelasan mengenai kegiatan perbenihan kopi, kakao, dan karet yang didanai APBN-P 2017. Di akhir rangkaian acara,para peserta dipandu untuk melihat proses pembuatan beragam produk kopi dan kakao di unit Bioindustri Kopi dan Kakao. (Sunar Tiyono)

 

Artikel terkait