-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
perpus_digital
WBS
Saber Pungli
satu-layanan
WBK
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 25 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 805293
Mengulik Kopi Nusantara Di Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Asif Aunillah dan Lia Anggraini   
Kamis, 30 Agustus 2018 10:00

Eksistensi Kopi Nusantara dewasa ini semakin terlihat dikancah internasional. Peluang ini semakin potensial saat Indonesia menjadi produsen dan ekspor ketiga terbesar di dunia. Berbagai jenis kopi Indonesia juga telah masuk dalam kategori indikasi geografis (IG), diantaranya Kopi Arabika Gayo, Sumatera Arabika Simalungun Utara, Robusta Lampung, Arabika Java Preanger, Java Arabika Sindoro-Sumbing, Arabika Ijen Raung, Arabika Kintamani Bali, Kopi Arabika Kalosi Enrekang, Arabika Toraja, Arabika Flores Bajawa, Kopi Robusta Semendo asal Sumatera Selatan, dan lain sebagainya.

Potensi di sektor perkebunan kopi ini rupanya menarik mahasiswa dari luar untuk mengenal lebih lanjut perkopian khususnya untuk daerah Jawa Barat. Shun Maejima, Mahasiswa dari Tokyo University Of Agriculture, Jepang, berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) pada hari kamis, (23/8) untuk belajar dari ahlinya mengenai perkopian mulai dari teknologi kopi terkini, tantangan pengembangan kopi hingga kondisi sosial ekonominya.


Kunjungan ini pun diterima langsung oleh dengan Ir. Syafaruddin Ph.D selaku Kepala Balai serta didampingi oleh Ir. Handi Supriadi, Dr. Nur Ajijah, M.Si, dan Asif Aunillah,S.TP, M.Sc., Ir. Handi Supriadi pun menjelaskan bahwa tantangan perkopian Indonesia diantaranya adalah adanya perubahan iklim seperti meningkatkan suhu dan pergeseran musim hujan yang mengakibatkan penurunan produksi kopi Indonesia. Mereka pun berbincang santai tentang budidaya kopi, serta eskalasi produktivitas tanaman kopi.


Selepas berbincang, kunjungan berlanjut ke Kebun Percobaan Pakuwon untuk melihat kondisi perbenihan milik Balittri, exisiting tanaman, koleksi tanaman dan inovasi yang diterapkan lapangan sembari menikmati kelapa hijau dan cokelat produksi Balittri.

 

Artikel terkait