-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

perpus_digital
Sigap UPG
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
PPID
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 35 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 896005
Grand Launching dan Distribusi 10 Juta Benih Varietas Unggul Perkebunan oleh Menteri Pertanian PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Kamis, 27 September 2018 07:37

Kementerian Pertanian RI meluncurkan 10 juta benih perkebunan varietas unggul yang didistribusikan langsung kepada petani se-Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Balitbangtan Kementan dalam hal ini adalah  Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) selaku salah satu UK/UPT, pada Senin (24/9). Sebelumnya, Menteri  Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan hadir untuk membuka acara launching dan distribusi 10 juta benih perkebunan ini, namun berhalangan hadir dikarenakan mendapat penugasan mendadak oleh Presiden Joko Widodo.


Dalam upaya mendorong kejayaan rempah Indonesia, Menteri Pertanian memberikan mandat kepada Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) pada tahun 2017 – 2018 untuk memproduksi benih sebar sebanyak 18 Juta benih unggul bersertifikat. Tentu saja ini menjadi sebuah komitmen bagi pemerintah dalam upaya mendorong kejayaan rempah Indonesia.


Dr. Ir. H. Muhammad Syakir, M.Sc. selaku kepala Balitbangtan menyampaikan, lompatan produktivitas dan daya saing pertanian hanya bisa dicapai lewat inovasi teknologi berupa benih unggul. Di lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) sudah terdapat 15 juta benih unggul bersertifikat.


Kakao BL50 dan varietas unggul kopi Liberika (Lim 1 dan 2) merupakan varietas unggul yang dimiliki Puslitbangbun dibawah balai komoditas Balittri. Keduanya memiliki keunggulan masing – masing seperti kakao BL50 memiliki potensi produksi yang tinggi yakni mencapai 3,7 ton/ha/tahun, sekitar lima kali lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional yang hanya sekitar 700 kg/ha. Sedangkan varietas unggul kopi Liberika memiliki keunggulan dari sisi adapatibilitas pada lahan pasang surut. Kopi Liberika juga memiliki toleransi tinggi pada tanah yang kurang subur. Jenis tanaman ini bisa tumbuh di atas tanah lempung hingga tanah berpasir. Selain itu, memiliki nilai uji citarasa mencapai 84,25 – 84,50 (fine coffee).

 

Artikel terkait