-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

perpus_digital
WBK
WBS
Sigap UPG
Ejurnal
TV-TANI
Kalender Tanam
Lapor.go.id
PPID
SKM
Saber Pungli
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 23 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 841546
Focus Grup Discussion : Priority Setting Balittri dalam Upaya Pencapaian Pembangunan Pertanian PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Selasa, 09 Oktober 2018 07:30


Dalam rangka menghasilkan produk penelitian yang mampu memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembangunan pertanian, diperlukan sebuah penetapan prioritas (priority setting) khususnya pada lingkup Balitbangtan. Hal ini juga sebagai langkah optimalisasi sumber daya yang dimiliki setiap unit kerja tersebut.


Bertempat di ruang rapat Balittri, kamis (4/10), Ir. Agus Muharam, M.S. sebagai narasumber dari Tim Priority Setting Balitbangtan menyampaikan penetapan prioritas merupakan komponen yang sangat fundamental. Karena hal ini akan bergantung pada pengalokasian dan perencanaan sumber daya yang dimiliki setiap unit kerja khususnya lingkup Balitbangtan. Penyusunan prioritas setting sendiri merupakan bagian dari program SMART-D guna meningkatkan kapasitas sumberdaya lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.


Sebanyak 20 peneliti dari Balittri mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh tim priority setting. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengisian kuesioner. Kuesioner ini memuat sejumlah pertanyaan terkait penentuan prioritas bidang masalah untuk penelitian pada komoditas prioritas di Balittri. Data yang diperoleh dari isian kuesioner ini kemudian akan ditabulasi dan diolah dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk menentukan tingkat kepentingan/pembobotan bagi kriteria yang digunakan dan urutan prioritas bagi bidang masalah penelitian pada setiap komoditas prioritas. Selain itu diskusi pun berlangsung guna menambah pemahaman anatara peneliti terkait pentingnya priority setting ini.


Berdasarkan hasil survei dan analisis dari Badan Litbang tanaman kakao menempati urutan pertama dalam penetapan komoditas perkebunan, selanjutnya pada posisi kedua ditempati tanaman kopi, kemudian tebu yang berada di nomer ketiga. Hal ini kemudian menjadi acuan untuk menganalisis kembali prioritas bidang masalah, kemudian dapat di temukan penyelesaiannya.

 

Artikel terkait