-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI
Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 20 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 874790
Disbun Sulsel Tinjau Kebun Induk Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Kamis, 18 Oktober 2018 07:30

Aroma secangkir coklat hangat rupanya menjadi salam pembuka dalam kunjungan Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan, selasa (16/10). Peserta kunjungan diterima oleh Kasie Yantek dan Jaslit, Dr. Samsudin, M.Si di ruang pelayanan publik. Kemudian diawali dengan pemaparan sekilas mengenai Balittri. Tanpa berlama-lama mereka pun menuju lokasi kebun induk kakao milik Balittri seluas 1.5 Ha yang berada di areal perkantoran. Sesuai dengan maksud kedatangannya, kunjungan ini salah satunya untuk melihat kebun sumber benih serta melakukan koordinasi terkait produksi benih tanaman perkebunan.

Beranjak dari kebun induk, peserta kemudian menuju ke lokasi perbenihan 3 yang berada di KP Pakuwon, dan ke kebun entres kopi Robusta serta perbenihan 1 dan 2 di kawasan Agro Widyawisata Ilmiah (AWwI). Di areal seluas 159.5 Ha ini peserta diperlihatkan display kebun benih kakao. Tak hanya kakao, di lokasi ini juga terdapat kebun benih kopi dan karet.

Kakao memang merupakan komoditas yang menyumbang devisa dalam jumlah yang besar. Kebutuhan akan benih unggul pun agaknya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Benih unggul tersebut tentu saja harus berasal dari sumber benih yang telah disertifikasi.

Saat berada di kebun percobaan pakuwon, rombongan rupanya bertemu dengan Kepala Balittri, Ir. Syafaruddin, Ph.D. bersama penanggung jawab Agro Widyawisata Ilmiah (AWwI), Ir. Dibyo Pranowo. Di sini kemudian mereka saling berdiskusi dengan santai seputar perbenihan dan distribusinya.

Usai melihat kebun entres, dan perkebunan kakao. Rasanya kurang bila belum melihat lokasi bioindustri milik Balittri. Tempat ini dijadikan pusat pengolahan kopi dan kakao. Di sini mereka pun mencicipi permen coklat hasil olahan Balittri. Tak hanya mencicipi, peserta juga dapat membelinya sebagai buah tangan. Rasanya satu hari masih belum cukup untuk mengetahui lebih detail mengenai perbenihan, khususnya tanaman kakao. "lain kali kami akan berkunjung ke Balittri". Ungkap salah seorang peserta kunjungan.

 

Artikel terkait