-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 24 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 872727
Balittri Mantap Kembangkan Kopi di Daerah Perbatasan Bersama Coffee Lovers Indonesia PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Dewi Nur Rokhmah   
Selasa, 23 Oktober 2018 07:30

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Coffee Lovers Indonesia (CLI) dalam pengembangan agribisnis kopi, di kawasan perbatasan, Kalimantan Utara. Hal ini dalam rangka menjalin kerjasama pengembangan agribisnis kopi mulai dari hulu hingga hilir serta pengembangan pemasaran kopi di masyarakat setempat.

 

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala Balittri, Ir. Syafaruddin, Ph.D dengan ketua umum Coffee Lovers Indonesia (CLI), Jamil Musanif pada hari Kamis 18 Oktober 2018. Selain itu juga kerjasama ini dilakukan untuk pengembangan kawasan taman teknologi pertanian berbasis kopi di daerah perbatasan RI di Provinsi Kalimantan Utara.

Krayan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia, dianggap sebagai kawasan perbatasan yang memiliki nilai strategis dalam pembangunan nasional. Salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan potensi kecamatan Krayan adalah dengan pengembangan perkebunan kopi hingga 300 hektar. Kecamatan Krayan yang terkenal dengan beras adan dan peternakan kerbau ini akan mengembangkan agribisnis kopi sebagai produk andalan ketiga. Upaya pengembangan kopi arabika di wilayah perbatasan Kalimantan Utara ini dianggap sesuai dengan potensi alam yang dimiliki.

Agenda terdekat, akan dilakukan pengiriman benih kopi arabika Sigararutang dari Balittri ke wilayah Krayan, beserta tiga orang tenaga terampil Balittri untuk memberikan pendampingan dan pelatihan penanganan dan penanaman benih tersebut. Dengan kerjasama ini diharapkan kopi menjadi andalan masyarakat setempat, serta mampu mengangkat perekonomian masyarakat dan daerah. Diharapkan dalam dua tahun ke depan daerah Krayan mampu mengekspor kopi arabika organik.

 

Artikel terkait