-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 14 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 899937
Totalitas Penjaminan Mutu Benih Tanaman Kopi, Kakao dan Karet di Balittri Melalui Sertifikasi Benih PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Nur Kholis Firdaus dan Saefudin   
Kamis, 29 November 2018 07:30

Pemanfaatan benih unggul dan bermutu merupakan salah satu faktor penerapan GAP (Good Agricultural Practices) kunci kesuksesan teknologi budidaya tanaman perkebunan. Salah satu tahapan proses untuk mendapatkan benih sebar unggul adalah melalui proses sertifikasi benih. Selasa (20 Nopember 2018), Balai Sertifikasi dan Pengawasan Mutu Benih Tanaman Perkebunan (BPSBP) Provinsi Jawa Barat yang dibawah koordinator Ir. Hery Damana (Kasie. Sertifikasi Benih) kesekian kalinya mendatangi Balittri. Kedatangan kali ini bermaksud untuk melakukan pengawasan dan sertifikasi benih tanaman kopi arabika, kakao, dan karet yang telah diproduksi Balittri di tahun 2018. Tujuan pengawasan dan sertifikasi diantaranya adalah memberikan jaminan kemurnian benih unggul serta keseragaman benih siap salur agar memenuhi standar mutu benih yang telah ditetapkan.

Tim dari BPSBP diterima oleh tim perbenihan Balittri (Ir. Saefudin, Nur Kholis Firdaus, M.Sc, Yuyun Yunardi, dan Ujang Suherman) dimulai dengan mengunjungi lokasi kebun benih 3 yang ditanami sebanyak 201.920 benih kakao dan 42.000 karet hasil okulasi. Selanjutnya pengawasan dilakukan pada 442.605 tanaman kopi arabika yang berada di lokasi kebun Benih 1 dan 2. Evaluasi dan pengukuran standar mutu benih dimulai dengan  cara menghitung cepat tanaman di lapangan dan melihat kesesuaian dokumen asal usul bahan tanam yang dilampirkan. Setelah itu juga dilakukan sampling pada beberapa plot tanaman untuk mengukur parameter tinggi tanaman dan jumlah daun di setiap tanaman sesuai dengan SOP mutu benih. Kegiatan terahir adalah dengan memeriksa mutu benih yang ada pada beberapa polybag kosong (tanaman mati atau tanaman abnormal)

Pengukuran dilakukan secara efektif dan efisien sehingga tidak dibutuhkan waktu yang lama di lapangan. Hal ini juga didukung dengan concern nya Balittri dalam hal pelayanan produksi benih yang baik dan berkualitas. Pernyataan ini merupakan compliment bagi Balittri. Disela-sela obrolan akrab juga tercetus harapan semoga surat permohonan benih yang dilengkapi data CPCL dapat segera diterima Balittri untuk kegiatan pendistribusian benih dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sehingga benih hasil produksi Balittri secepatnya dimanfaatkan oleh petani Indonesia secara luas.

 

Artikel terkait