-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id
TV-TANI
pui-balittri

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 48 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253334
Kunjungan Belajar Tamu dari Timur PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Intan Nurhayati   
Selasa, 18 Desember 2018 07:30

Hari ini, Rabu 12 Desember 2018, Balittri mendapat kunjungan saudara-saudara dari wilayah paling timur Indonesia, tepatnya dari Pulau Papua.  Sebanyak 25 orang tamu, yang terdiri dari para petani, kepala desa, dan pendamping dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berasal dari Kabupaten Keerom dan Jayapura (Provinsi Papua) dan Kabupaten Manokwari Selatan dan Fakfak (Provinsi Papua Barat) di bawah koordinasi The Asia Foundation melakukan kunjungan belajar ke Balittri.



Lili Hasanudin selaku general director The Asia Fondation dan pimpinan rombongan memaparkan maksud dan tujuan kunjungan ini. Beliau memaparkan sebuah program yang digagas oleh The Asia Foundation dan Packard Foundation bernama Pelestarian Sumberdaya Alam dan Peningkatan Kehidupan Mayarakat Adat melalui Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua (PAPeDA Papua) dengan bekerja sama dengan LSM setempat. Beberapa komoditi yang dikembangkan dalam program ini di antaranya adalah kakao sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian para petani di Balittri.


Rombongan diterima oleh Kasie Yantek Balittri Dr. Samsudin, M.Si., selain menyampaikan apa dan siapa Balittri, juga menjelaskan berbagai inovasi dan prestasi yang telah dicapai, termasuk di antaranya berbagai produk dan teknologi unggulan serta varietas unggul yang telah dilepas oleh Balittri dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.


Peneliti senior yang juga banyak berkecimpung dalam pertanian organik itu menyatakan keberpihakannya terhadap pola pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dikembangkan oleh masyarakat di kedua provinsi tersebut. “Mungkin butuh waktu lebih lama, tetapi pertanian organiklah pilihan paling tepat demi keberlangsungan pertanian kita,” tandasnya.


Di lapangan, Dr. Samsudin, M.Si pun mengajak petani melihat lokasi perbenihan kopi dan kakao yang berlokasi di AWwI Pakuwon. Para petani menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di daerahnya masing-masing dalam hal perbenihan, budidaya, maupun penanganan hama dan penyakit. Kegiatan kunjungan belajar ini diakhiri di Unit Bioindustri Kopi dan Kakao yang digawangi oleh Ir. Juniaty Towaha, dimana mereka menyaksikan proses pengolahan kopi dan kakao menggunakan teknologi terkini dan modern untuk menghasilkan produk olahan kopi dan kakao yang bercita rasa tinggi dan disukai oleh konsumen.

 

Artikel terkait