-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan
Lapor.go.id
Saber Pungli
SKM
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 14 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 978545
Bincang Kopi: Antara Bisnis dan Budidaya PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Kamis, 20 Desember 2018 07:30

Pemerintah terus berupaya menaikkan eksistensi kopi sebagai nilai tambah di pasar internasional, baik kopi yang berdiri sendiri sehingga menjadi image branding di masyarakat, maupun kopi dalam konteks bisnis kedai. Mengingat saat ini Indonesia berada di peringkat 4 (empat) besar produsen kopi di dunia. Pengembangan bisnis kopi di sektor hilir juga menjadi perhatian pemerintah, sejalan dengan upaya membantu branding hulu kopi.


Kopi dewasa ini telah menjadi sebuah gaya hidup, oleh karena itu dibutuhkan sebuah kreativitas. Kreativitas ini menjadi penting karena dunia internasional harus tahu bahwa Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Ini menjadi tantangan bagi pelaku dan penggiat kopi untuk tidak terpaku pada tahap budidaya saja tetapi juga harus mampu bersaing dalam industri.


Standar kopi bermutu salah satunya dilihat dari proses panen. “Petik merah”menjadi kunci utama dalam menghasilkan kopi dengan rasa yang berkulitas. Kualitas biji dengan teknik “petik merah” juga lebih bernas, itulah mengapa kopi petik merah mempunyai citarasa yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kopi yang dipetik sembarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Ir. Wildan Mustofa, M.M yang merupakan petani sekaligus pengusaha kopi sukses, dalam acara Focus Group Discussion (FGD), yang diselenggarakan di Aula Balittri, Jumát (14/12).


FGD ini mengambil tajuk Pengembangan Kopi Indonesia, Peluang dan Tantangan. Hal ini tentunya menjadi kesempatan yang berharga sebagai sarana sharing knowledge antara penggiat kopi dengan peneliti di Balittri. Beliau membagi pengalamannya terkait budidaya tanaman kopi, bagaimana menjalin relasi (kemitraan) dengan petani lainnya, hingga penerapan konsep agroforestry dalam budidaya tanaman kopi. Wildan juga menambahkan bahwa penerapan konsep agroforestry dalam budidaya tanaman kopi menjadi sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kualitas kopi yang dihasilkan. Artinya konsep agroforestry ini sangat menguntungkan untuk diterapkan kepada petani.


“Kopi sudah menjadi sebuah kebutuhan, dan gaya hidup, oleh karena itu peluang bisnisnya sangat menggiurkan”, tegasnya. Tak sekedar dinikmati oleh kalangan tua, kini juga dikonsumsi oleh kaum muda milenial. Tren-tren baru berkaitan dengan kopi, seperti kehadiran kedai kopi, barista, cupper hingga Q/R grader juga mulai bermunculan. Antara bisnis dan budidaya, keduanya saling berkaitan.


Sebagai seorang pelaku usaha kopi dan eksportir, Ia menerangkan bahwa produk kopi yang dipasarkan nya di dunia internasional sudah terbukti berkualitas. Tak jarang kopi yang diekspor tersebut diikutsertakan dalam kontes, bahkan berhasil menyabet juara. “Padahal bukan kopi yang dipersiapkan khusus untuk diikutsertakan dalam kompetisi tersebut”, tegasnya. Di penghujung acara Ia juga menawarkan kerjasama terkait pelepasan varietas. Jadi selain ahli di bidang budidaya dan pemasaran, ternyata Ia pun memiliki hasil-hasil di lapangan yang berkaitan dengan bidang ilmu pemuliaan. Ada beberapa koleksi hibrida arabika yang punya keunggulan sehingga berpeluang besar dilepas sebagai varietas unggul baru. Semoga pertemuan ini merupakan langkah awal untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Aamiin.

 

Artikel terkait