-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
Kalender Tanam
perpus_digital
Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
SKM
Lapor.go.id
Saber Pungli
WBS
Ejurnal
WBK

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 23 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976829
Ka.Balittri: ”Kemiri Sunan, Solusi Atasi Krisis Energi” PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Senin, 21 Januari 2019 07:30

Sejumlah jurnalis media nasional baik cetak maupun online datang mengunjungi kantor Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Rabu (16/1) kemarin. Delegasi pun diterima langsung oleh Kepala Balittri Ir. Syafaruddin, Ph.D di ruang kerjanya.  Dalam kesempatan ini mereka berdiskusi berbagai hal mengenai Balittri, terutama berkaitan dengan bioenergi tanaman perkebunan.

Kepala Balittri mengatakan pada awal tahun 2019 ini tanaman kemiri sunan kembali menjadi mandat Balittri. Menurutnya, kami (Balittri) konsentrasi untuk melakukan lebih banyak pengembangan lagi, baik dari segi plasma nutfah hingga pada tahap produksinya. Ditambahkan pula bahwa peneliti yang memiliki perhatian terhadap biodiesel dirasa cukup memadai.  Selain itu, Balittri telah menghasilkan 4 (empat) varietas unggul untuk tanaman yang memiliki nama latin Reutalis Trisperma (Blanco) Air Shaw ini. Mesin Bioreaktor yang telah dipatenkan pun sudah tersedia disini. “Bahkan BBN ini juga sudah diuji coba untuk perjalanan Bogor-Malang PP”, sambungnya.


Ir. Syafaruddin, Ph.D. juga menjelaskan bahwa Balittri  saat ini dalam proses pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristek) RI untuk kategori Bioindustri Tanaman Perkebunan. Tentu saja sangat sejalan dengan keberadaan komoditas yang dimandatkan oleh Balittri. Ia menargetkan pada tahun 2020 Balittri dapat ditetapkan menjadi Pusat Unggulan Iptek.  Artinya, teknologi Biodiesel ini dapat diterapkan di sektor industri dan kebermanfaatannya juga dapat dirasakan secara luas.

Disisi lain, Kepala Balittri juga menyampaikan dalam rangka mendukung penelitian yang berkaitan dengan pengembangan biodiesel, maka fokus penelitian untuk tahun ini diprioritaskan pada bioenergi tanaman perkebunan. Kendati demikian, tidak mengurangi esensi penelitian untuk komoditas tanaman perkebunan lainnya yang juga menjadi mandat Balittri seperti Kopi, Kakao, Karet, Teh, Macadamia, Kola, Iles-Iles.


Pada kesempatan yang sama, tim jurnalis juga menyambangi lokasi pengolahan biodiesel yang berada dikawasan Agrowidya Wisata Ilmiah (AwWI). Lokasinya tidak begitu jauh dengan kantor Balittri. Ir. Dibyo Pranowo, merupakan Peneliti Ahli Utama di Balittri  yang sangat “concern” pada riset yang berhubungan dengan biofuel ini menegaskan bahwa kemiri sunan sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai biodiesel. Rendemen pada kemiri sunan mencapai 56%. “angka ini jauh lebih tinggi bila dibandingan dengan kelapa sawit yang berkisar 20%” saat ditemui di lokasi pengolahan biodiesel. Selain itu, hasil olahan sampingan dari kemiri sunan juga dapat dijadikan briket sebagai pengganti bahan bakar, lilin, pengencer cat (terpentin), sabun, dan sebaginya.

Pemerintah terus berupaya untuk melepas ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bersandar pada fosil menjadi Bahan Bakar Nabati (BBN). Hingga saat ini, berbagai penelitian terus dilakukan untuk mencari sumber bahan bakar terbarukan, dan juga tentunya ramah lingkungan. Beberapa tanaman yang memiliki kandungan bio energi dan dapat mensubtitusi BBM diantaranya Kemiri Sunan, Jarak pagar, Nyamplung, Bintaro, dan Sawit.


Lawatan delegasi media nasional ini tentu saja sangat disambut baik oleh Kepala Balittri sehingga dapat membantu meningkatakan pemahaman kepada masyarakat umum mengenai biodiesel. Pada akhirnya ke depan diharapkan semua pihak dapat bersinergi untuk berkomitmen mendukung pengembangan Bahan Bakar Nabati sebagai solusi dari krisis energi yang mengancam Indonesia. Semoga!