-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Lapor.go.id
Saber Pungli
SKM
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 36 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976858
Delegasi Australia dan Ekuador Melirik VUB Kakao BL50 Balittri PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Lia Anggraini   
Rabu, 30 Januari 2019 07:30

Tanaman kakao hingga saat ini masih menjadi komoditas utama sub sektor perkebunan. Seiring meningkatnya industri produksi cokelat dan turunannya, itulah mengapa tanaman ini tetap bernilai potensial. Dengan adanya peningkatan industri cokelat ini maka diperlukan juga usaha pengembangan di sektor hulu, sehingga produktivitasnya dapat bertambah. Upaya ini juga tentu saja akan mengurangi ketergantungan impor.


Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Ir. Syafaruddin, Ph.D. menerima kunjungan dari PT. Palladium International Indonesia, Selasa (29/1). Didampingi oleh Dr. Ir. Samsudin, M.Si selaku Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian (Yantek dan Jaslit), serta dua orang peneliti yakni Dr. Budi Martono, dan Ir. Laba Udarno. Dalam kunjungan itu, dua delegasi yang berasal dari negara Australia, Rod Guy dan Ekuador, James Quiroz menjelaskan bahwa mereka ingin mempelajari lebih lanjut mengenai varietas kakao unggulan di Indonesia terutama BL50.

Dr. Ir. Samsudin, M.Si menerangkan bahwa telah ada regulasi yang mengatur tentang produksi, sertifikasi, peredaran, dan pengawasan benih tanaman perkebunan. Regulasi yang diatur pada permentan No: 50/permentan/KB.020/9/2015 bertujuan untuk menjamin ketersediaan benih secara berkelanjutan. “oleh karenanya peredaran benih juga tidak bisa dilakukan sembarangan, karena sudah ada acuannya” ungkap nya.

Balittri pun sebelumnya telah melakukan pelepasan kakao BL50 sebagai Varietas Unggul Baru (VUB). Varietas ini memiliki karakteristik diantaranya, buahnya besar, bijinya besar dan banyak, dan memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Dalam setahun produksinya mencapai 3,6 Ton/Ha. Nama BL50 pun diambil dari kota asalnya yakni Desa Balubus, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Kedua tamu menyampaikan rasa terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan Balittri dalam mengembangkan kakao, terlebih ketika melihat kebun induk dan kebun entresnya. Ia pun mengakui bahwa produk olahan kakao milik Balittri memiliki citarasa yang sangat baik, karena didukung oleh sumber daya yang mumpuni.

 

Artikel terkait