-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
Lapor.go.id
SKM
Saber Pungli
perpus_digital
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Kalender Tanam
TV-TANI
WBK
Sigap UPG
pui-balittri
PPID

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 28 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1197114
Apresiasi Atas Kontribusi Balittri untuk Museum Pertanian terbesar di ASEAN PDF Cetak E-mail
Berita Internal
Oleh Intan Nurhayati   
Rabu, 22 Mei 2019 00:00

Selain terus berusaha mengembangkan berbagai inovasi sesuai mandatnya, Balittri pun tak lupa untuk berperan serta dalam edukasi dan diseminasi inovasi itu sendiri. Salah satunya adalah menjadi kontributor dalam pembangunan museum pertanian Indonesia dengan menyediakan berbagai produk inovasi sebagai materi display di sana. Hal ini tentu saja mendapat apresiasi dari Sekretariat Jenderal Pertanian yang menginisiasi pembangunan museum tersebut dan diterima langsung oleh Kasie Yantek dan Jaslit Balittri, Dr. Samsudin, M.Si (17/5/2019).

Di Museum Pertanian ini, Balittri menampilkan berbagai produk inovasi yang telah dihasilkan, seperti produk olahan kopi dan kakao, serta biofertilizer dan biopestisida.  Inovasi terkini Balittri yaitu biodiesel  B100 didisplay di lantai tiga museum, sesuai dengan konsep di area tersebut, yaitu pertanian masa depan.

Museum secara resmi dibuka pada 22 April 2019 lalu oleh Setjen Kementan, Syukur Iwantoro, dihadiri para mantan menteri pertanian dan pejabat serta perwakilan negara sahabat. Dengan bertemakan “Bertolak dari Masa Lalu, Menapak ke Masa Depan”, museum ini menyuguhkan sejarah dan kemajuan perkembangan pertanian Indonesia yang dibagi ke dalam tiga lantai. Tidak hanya edukatif, materi yang disajikan tertata cantik dan instagrammable. Selain itu, terdapat pula coffee corner dimana pengunjung bisa mencicip produk-produk olahan kopi nusantara. Dengan lokasinya yang strategis (tidak jauh dari pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor), keberadaan museum ini bisa menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi pengunjung, terutama kaum millenial.