-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG
Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id
TV-TANI
pui-balittri

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 48 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253385
Pelatihan Training Of Trainers (TOT) Petugas Lapang (Fasilitator Daerah) dan Teknis Perkebunan Kaltim PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Eko Heri Purwanto   
Selasa, 27 Agustus 2019 07:30

Dalam rangka mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) petani dan kelompok tani perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim), diperlukan tim teknis perkebunan daerah yang kuat sebagai ujung tombak dalam pelatihan dan pemberdayaan petani dan kelompok tani perkebunan di lapangan. Melalui dana program pemberdayaan tenaga pendamping perkebunan rakyat di Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Th. 2019, dilaksanakan kegiatan pelatihan untuk pelatih (TOT) bagi petugas teknis perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur dan petugas lapang perkebunan dari Kabupaten/Kota sebanyak 20 (dua puluh) orang dalam pendampingan teknis perkebunan komoditi kelapa sawit, karet, kakao dan lada pada tanggal 19-27 Agustus 2019 di Samarinda.

Salah satu narasumber untuk pelatihan ini dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) yaitu Eko Heri Purwanto, STP, M.Sc yang memberikan materi tentang budidaya kakao selama 2 hari. Pada hari pertama disampaikan materi tentang pengenalan varietas/klon unggul kakao, perbanyakan bahan tanam dan teknologi budidaya kakao. Para peserta cukup antusias menyimak materi yang disampaikan dengan menyampaikan beberapa pertanyaan terkait materi sehingga terjadi diskusi yang hangat. Kakao merupakan komoditas perkebunan yang potensial di Kaltim karena kesesuaian lahan yang sangat cocok untuk tanaman kakao, tetapi pengembangan komoditas kakao di Kaltim belum optimal. Pada tahun 2017 luas areal komoditas kakao di Kaltim sebesar 7.902 Ha yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur, produksi biji kakao kering sebesar 2.075 ton dan produktivitasnya sekitar 562 kg/ha.

Hari kedua materi yang disampaikan yaitu hama dan penyakit kakao serta pengendaliannya, pascapanen dan pengolahan kakao serta overview potensi industri kakao dalam menghadapi arus persaingan global. Beberapa permasalahan yang menghambat petani untuk mengembangkan kakao ini karena banyaknya hama dan penyakit kakao sehingga perlu penanganan budidaya yang cukup serius. Melihat prospek komoditas kakao yang sangat menjanjikan membuat para peserta bersemangat untuk menghidupkan kembali usaha tani perkebunan kakao dan mengembangkan tanaman ini di wilayahnya dengan kegiatan pendampingan kepada para petani kakao.

 

Artikel terkait