Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Ejurnal
TV-TANI
Sigap UPG
PPID
Lapor.go.id
Pakar Kopi
Saber Pungli
satu-layanan
Kalender Tanam
WBS
perpus_digital
WBK
SKM
pui-balittri

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 28 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1377769
FGD Sinergi Riset Pengembangan Bioetanol G2 untuk Mewujudkan SDGs PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Eko Heri Purwanto   
Selasa, 19 November 2019 22:13

Indonesia memiliki potensi biomassa lignoselulosa  yang besar seiring dengan luasnya areal perkebunan yang dimiliki seperti biomassa dari tandan kosong kelapa sawit, bagas tebu, kulit buah kakao dan limbah pertanian lainnya yang mengandung serat. Melalui teknologi pretreatment, hidrolisis, fermentasi, destilasi dan dehidrasi limbah lignoselulosa ini akan dikonversi menjadi bioetanol yang dikenal dengan Bioetanol Generasi Kedua (G2). Teknologi ini masih sulit dan dianggap mahal sehingga menjadi tantangan bagi para peneliti.

P2 Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk Sinergi Riset Pengembangan Bioetanol Generasi 2 (G2) untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals), Senin (18/11/2019) di Hotel Santika BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Kegiatan ini untuk mengetahui perkembangan informasi dan menjalin kolaborasi antar instansi terkait bioetanol G2.

Kegiatan diawali dengan acara launching buku hasil karya peneliti peneliti P2 Kimia LIPI yang terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan teknologi produksi Bioetanol generasi dua yang berjudul Perkembangan Bioetanol G2: Teknologi dan Prospektif.

Menurut Plt. Kepala P2 Kimia LIPI, Raden Arthur Ario Lelono, buku ini dapat menjadi sumbangsih yang nyata dari para peneliti bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Selanjutnya pemaparan dari para narasumber kunci tentang prospek bioetanol sebagai bahan bakar transportasi oleh Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia; Potensi tandan kosong sawit untuk bahan baku bioetanol G2 oleh ketua MAKSI dan Dukungan BPDP sawit dalam pengembangan riset BBN oleh BPDP Sawit untuk mewujudkan SDGs.

Sesi berikutnya adalah paparan kegiatan penelitian terkait bioetanol G2 yang telah dan akan dilakukan serta rencana pengembangan kedepannya oleh sembilan instansi, yakni P2 Kimia LIPI, P2 Bioteknologi LIPI, P2 Biomaterial LIPI, Lemigas, P3TEK EBTKE ESDM, Balittas, Balittri, Puslitbanghut, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam hal ini Balittri mendukung penelitian bioetanol G2 dengan pemanfaatan biomassa perkebunan komoditas kopi, kakao dan kemiri sunan sebagai bahan baku bioetanol G2.

Kegiatan FGD ini menjadi ajang bertukar informasi mengenai kegiatan yang sudah dilakukan tiap lembaga terkait pengembangan teknologi produksi bioethanol generasi dua (G2). Kedepannya diharapkan sinergi kerja sama dalam penelitian dan pengembangan bioetanol G2 ini bisa mendukung percepatan pelaksanaan pemanfaatan energi alternatif di Indonesia yang mendukung SDGs.