Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
perpus_digital
Saber Pungli
satu-layanan
Sigap UPG
pui-balittri
WBS
Pakar Kopi
Lapor.go.id
Ejurnal
WBK
LPSE
TV-TANI
SKM
PPID
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 23 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1664689
Membina Petani Kopi di Kawasan Kaki Gunung Galunggung PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Samsudin   
Kamis, 21 November 2019 22:20

Hari Rabu tanggal 20 November 2019, Dr. Ir. Samsudin, M.Si sebagai narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) memberikan bimbingan teknis teknologi budidaya kopi di Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Acara yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut ini dihadiri oleh 30 orang petani kopi di Kecamatan Sucinaraja.

Dalam sambutannya Bapak Rahmat Saleh sebagai penanggung jawab kegiatan dari Dinas Pertanian Garut menyampaikan bahwa antusiasme petani untuk membudidayakan kopi di wilayah Kecamatan Sucinaraja sangat tinggi pada 6 tahun terakhir ini. Hal tersebut menurut Beliau disebabkan produk kopi yang dihasilkan petani di wilayah ini memiliki citarasa yang sangat baik atau tergolong spesialty. Tanaman kopi yang dikembangkan di wilayah ini adalah kopi Arabika varietas Sigarar Utang yang ditanam dibawah tegakan pohon pinus di areal hutan milik Perhutani.

Wilayah Desa Tenjonagara terletak di kaki Gunung Galunggung yang telah berkali-kali meletus, yaitu tahun 1822, 1894, 1918 dan terakhir 1983, sehingga sebagian besar tanahnya sangat subur. Untuk menjangkau Desa ini memerlukan alat transportasi yang handal, karena jalannya berbelok-belok dengan tanjakan yang cukup ekstrim.

Materi budidaya kopi yang baik atau good agricultural practices (GAP) yang disampaikan pada bimtek ini sangat komprehensip dari mulai pengenalan varietas kopi Arabika, perbenihan, budidaya, pengendalian hama dan penyakit, sampai pengolahan.

Menurut pengakuan Bapak Engkos sebagai ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat bahwa acara bimtek yang dilaksanakan tersebut sangat bermanfaat, karena telah memberikan wawasan dan cara pandang baru tentang budidaya kopi yang selama ini mereka laksanakan.

Pada sesi akhir Pak Sam tidak lupa mempromosikan aplikasi "Pakar Kopi" yang berisi cara identifikasi hama dan penyakit kopi berbasis android, terutama kepada para peserta milenial. Semoga ilmu dan pengalaman yang disampaikan pada acara tersebut bermanfaat untuk petani kopi di wilayah tersebut.

 

Artikel terkait