Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pui-balittri
PPID
WBS
satu-layanan
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
Saber Pungli
Sigap UPG
TV-TANI
SKM
Kalender Tanam
LPSE
WBK
Pakar Kopi
perpus_digital
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 2014006
Memperluas Wawasan dengan Guest Lecture about 'Seed Vigor and Related Aspect' PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Cici Tresniawati   
Rabu, 20 November 2019 21:43

Benih adalah hal yang paling mendasar pada pertanian suatu negara. Benih bermutu memegang peranan penting dalam produksi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Karakteristik seperti kebenaran varietas, persentase perkecambahan, kemurnian, vigor dan fisik benih sangat penting bagi petani. Mendapatkan dan mempertahankan kualitas benih adalah tujuan dari para pelaku usaha, produsen, dan profesional perbenihan.

Ir. Enny Randriani dan Cici Tresniawati, SP., M.Si berkesempatan mengikuti Guest Lecture di Program studi Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor pada hari Jumat tanggal 15 November 2019. Guest Lecture pada kesempatan ini menampilkan Prof. Ibrahim Demir dari Universitas Ankara, Turki.  Acara diisi dengan pemaparan materi Seed Technology: Seed Vigor and Related Aspect dan diskusi yang dipandu oleh Dr. Asep Setiawan dan Prof. Satriyas Ilyas.

Turki merupakan negara yang memproduksi benih tanaman sayuran dan hortikultura. Lima puluh jenis benih tanaman dikembangkan oleh Industri Perbenihan di Turki. Profesor lulusan  Reading University, Inggris, mengutarakan bahwa mutu atau kualitas benih sangat penting dalam keberlangsungan suatu sistem budidaya tanaman. Mutu benih meliputi genetik, fisik, dan kesehatan. Indikator mutu benih yang selama ini dicantumkan dalam label kemasan benih adalah viabilitas benih dalam bentuk persentasi perkecambahan atau daya kecambah (%). Namun beberapa perusahaan sudah mencantumkan kriteria vigor benih dalam label kemasan.

Viabilitas benih adalah proporsi benih yang tumbuh menjadi kecambah normal pada kondisi lingkungan yang optimum sedangkan vigor benih adalah kemampuan benih cepat berkecambah dan tumbuh seragam pada kondisi lingkungan yang bervariasi. Beberapa pengujian vigor diantaranya uji  suhu rendah, daya hantar listrik, kecepatan perkecambahan, penuaan dipercepat, dan uji tetrazolium chlorida. Apabila benih dalam suatu lot benih yang telah mengalami uji vigor menunjukkan persentase yang tinggi dan perkecambahan serempak pada hitungan pertama maka lot benih tersebut memiliki nilai vigor yang tinggi. Pada akhir paparannya Prof. Demir mengemukakan banyak faktor yang memengaruhi vigor benih diantaranya tingkat kematangan saat panen, umur benih, kerusakan mekanis, infeksi penyakit, lingkungan penyimpanan, dan faktor genetik.