Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 30 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1805559
Optimalisasi Media Sosial di Lingkup Pemerintahan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Lia Anggraini   
Kamis, 13 Februari 2020 10:43

Komunitas Kelas Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  yang melaksanakan kegiatan workshop Pengenalan Platform Media Sosial dan Etika Media Sosial di Pemerintahan pada Rabu, (12/2) kemarin. Sebanyak 30 peserta yang hadir dan  merupakan penggiat media sosial (Medsos)  pada lingkup pemerintahan dari berbagai lintas kementerian diantaranya, Kementerian Pertanian, Kementerian Sosisal, Lapan RI, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta berkumpul di perpustakaan Kemendikbud. Kelas bersama ini dilaksanakan sebagai sarana sharing knowledge atau berbagi wawasan seputar optimalisasi media sosial di instansi pemerintah.

Kepala Subbidang Audio Visual dan Media Sosial, Kominfo Dimas Aditya Nugraha menjelaskan bahwa betapa pentingnya penggiat media social di lingkup pemerintahan mengetahui saluran medsos apa yang akan digunakan sehingga dapat lebih menyasar masyarakat dengan tepat.Sebab setiap banyak sekali platform medsos yang dapat digunakan, dengan sasaran yang juga sangat beragam.  Selain itu juga, kapasitas sumber daya juga harus disesuaikan. Tidak bisa satu orang mengelola media sosial secara keseluruhan, diperlukan sebuah “team work”.

Dimas juga berpendapat bahwa  kondisi informasi saat ini seperti “Tarung Bebas” bagi pembuat informasi untuk memenangkan publik. Oleh karena itu, sebagai penggiat media social di pemerintahan akan lebih baik apabila dapat mengemas data pemerintah menjadi lebih mudah dipahami. Pasalnya, pemerintah memiliki banyak sekali data yang bisa disampaikan ke masyarakat, terlebih lagi data ini dapat dimanfaatkan untuk membangun opini positif ditengah beredarnya Hoax, ujaran kebencian, hingga berita palsu. “Apabila data tersebut kita kemas dengan baik, maka dapat menjadi obat anti hoaks”, ujarnya.

Selain mengemas data, pengelola media sosial juga harus bisa menentukan konten yang bagus untuk dijadikan pilar konten. Di Era 4.0 ini kita disajikan dengan berbagai informasi yang sangat padat, sehingga banyak sekali konten-konten yang disajikan. Setelah menentukan segmentasi, membuat konten yang bagus, maka kita juga harus dapat mendistribusikan medsos kita dengan baik. “Bila kita kelola medsos dengan baik, bisa disebut King, dan apabila kita juga mampu meningkatkan engagement publik maka bisa dikatakan Kingkong ”, sambungnya.