Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
perpus_digital
WBS
PPID
Saber Pungli
Kalender Tanam
Lapor.go.id
TV-TANI
Sigap UPG
WBK
Ejurnal
Pakar Kopi
satu-layanan
pui-balittri
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 90 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1419662
Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Lia Anggraini   
Selasa, 10 Maret 2020 07:30

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., didampingi Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum, M.A., bersama Kepala Perputakaan Nasional (Perpusnas) RI, Drs. Muhammad Syarif Bando, beserta seluruh jajaran pejabat Eselon 1 dan 2 Lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dan Lembaga Negara terkait lainnya meresmikan Museum Tanah dan Pertanian pada Selasa (3/3) Di Gedung C3 Lt3 Galeri Pertanian Masa Depan Museum Tanah dan Pertanian, Bogor.

Menteri Pertanian menyampaikan, keberadaan museum pertanian ini mampu menyatukan  antara  Makna  Museum dan Perpustakaan yang sangat paradoks. “Museum selalu diidentikkan pada sesuatu yang lama,  sedangkan Perpustakaan selalu menembus masa depan. Saat ini, keduanya ada di dalam Museum Tanah dan Pertanian”ungkapnya.

Kepala Pustaka Pertanian, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si selaku ketua pelaksana acara Grand Launching Museum Tanah dan pertanian Serta Peresmian Open Virtual Literasi Room mengungkapkan Museum Tanah dan Pertanian saat ini sudah menjadi salah satu Ikon dan destinasi wisata dan edukasi pertanian. Menurutnya, melalui semangat  Connecting The Pass To The Future merupakan semangat yang kembali harus digaungkan dalam menjawab dan mengawal Museum Tanah dan pertanian sebagai pusat Informasi dan Edukasi Tematik. Selain itu juga, sebagai pusat Edukasi Pertanian, Kementan juga telah mempersentasikan Buku sejarah Pertanian Indonesia sebagai wujud  perhatian Kementan terhadap masyarakat khususnya generasi milenial untuk lebih cinta pada pertanian.

“Kita pun menjalin komunikasi  dan kolaborasi yang intensif dengan perpustakaan nasional RI sehingga informasi terkini terkait pembangunan pertanian dan teknologi pertanian dapat serta merta diakselarasi dan di akses secara massif sampai di tingkat pengguna, sehingga kita menjadi jembatan Invensi menuju Inovasi sehingga menyejahterakan petani di Indonesia” tegasnya. Acara juga dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertanian dan Perpustakaan Nasional tentang Pengembangan dan Pemanfaatan dan Optimalisasi Perpustakaan.

Sementara itu Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum, M.A., juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas hadirnya Museum Tanah dan Pertanian yang belokasi di kota Bogor. Menurutnya, Bogor memiliki identitas, Pusaka, Cerdas, Hijau, ini juga tercermin pada museum tanah dan pertanian. Heritagenya ada, sarana penunjang di museum  ini juga dilengkapi secara modern dan kekinian serta hijaunya nya ada karena sebagai pusat hasil penelitian botanical. “Kami mengapresisasi dan turut bangga karena bisa bersama  menghidupkan dan mendorong museum Tanah dan Pertanian ini tidak saja menjadi Icon di Kota bogor tapi juga memberikan Khasanah bagi kemajuan pertanian di Indonesia”ungkapnya.

Museum tanah dan Pertanian merupakan bukti karya yang monumentasi dan memiliki nilai budaya, arkeologis, dan masa Kolonial yang unik dang langka. Tidak hanya berusia lebih 50 tahun, bangunan Museum Tanah dan Pertanian ini juga memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu penegtahuan, pendidikan dan kebudayaan. Museum pertanian ini berhasil menjadi bangunan pertama yang ditetapkan menjadi sebagai cagar Budaya di kota bogor dan di 40 Bangunan lainnya. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan secara langsung Surat Keputusan Walikota Bogor Tentang Penetapan Bangunan Museum Tanah dan Pertanian sebagai Bangunan Cagar Budaya Kota  Bogor kepada Menteri Pertanian.

 

Artikel terkait