Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 18 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1815391
Ayo Minum Kopi Liberika PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Yulius Ferry   
Rabu, 18 Maret 2020 07:30

Selama ini orang hanya mengenal kopi Arabika dan Robusta, karena telah dikembangkan sejak zaman Belanda. Di dalam negeri orang lebih banyak mengkonsumsi kopi Robusta, karena kopi Arabika sebagian besar diekspor, lebih laku di pasar dunia. Kopi yang juga mulai dikembangkan adalah kopi Liberika, yaitu di daerah pantai Timur Sumatera seperti daerah Meranti, Riau dan Tanjung Jambung, Jambi. Umumnya di daerah Gambut pasang surut. Kandungan kofein kopi ini paling rendah dibandingkan dengan kopi Robusta dan Arabika, sehingga cocok untuk meminat kopi ringan, peminum kopi pemula atau untuk remaja.

Kopi Liberika adalah kopi yang berasal dari Yaman, mempunyai batang yang lebih kekar dibandingkan dengan kopi Arabika atau Robusta. Belum berkembang di Indonesia karena  belum banyak yang mengenal jenis kopi ini. Kopi Liberika mempunyai kandungan kofein yang rendah sekitar 0,7-1,2 %, sedangkan Robusta dan Arabika masing-masing 1,8-4,0 dan 0,9-1,4% (tabel 1). Bentuk biji kopi Liberika lebih lonjong (Gambar 2).

Jenis kopi

Kandungan Cofein (%)

Robusta

Arabika

Liberika

1,8 - 4,0

0,9 – 1,4

0,7 – 1,2


Kadar kofein yang rendah menyebabkan kopi jenis Liberika dapat dikonsumsi oleh semua kalangan, sejak anak-anak sampai orang tua. Tidak berpengaruh terhadap lambung dan tekanan  darah, jadi dapat dikonsumsi oleh penderita maag dan darah tinggi, baik memakai gula atau tidak.  Namun kasiatnya sama dengan meminum kopi Robusta atau kopi Arabika, sebagai anti oksidan.

Konsumsi kopi makin meningkat, saat ini telah mencapai 2,8 kg/kapita/tahun. Meningkatkan produksi kopi untuk memenuhi permintaan pasar baik di luar negeri maupun pasar dalam negeri, dapat dilakukan dengan mengembangkan kopi Liberika, karena tersedianya lahan gambut sangat luas mencapai 5 juta ha. Sedangkan lahan mineral untuk kopi Robusta dan dataran tinggi untuk Arabika telah makin berkurang, sehingga mengembangkan kedua jenis kopi ini mulai terbatas. Kopi Liberika juga perpotensi menjadi komoditi ekspor karena negara tangga seperti Malaysia, Singapura, Tahiland, Brunai, menyukai kopi jenis ini, untuk mencampur makanan ringan, seperti kue-kue, permen, minuman kaleng dan lain-lain  rasa kopi.

Kecamatan Batara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, telah memproduksi kopi Liberika. Kopi hitam bubuk yang dapat diseduh dengan air panas, dicampur gula atau dengan susu.

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) telah melepas 2 varoetas kopi Liberika yaitu Lim 1 dan Lim 2, dan saat ini sedang melakukan penelitian dalam usaha meningkatkan produktivitas dan pengendalian penyakit kopi tersebut. Penelitian diarahkan untuk membenah tanah gambut dan mengatur tinggi aras air agar sesuai dengan berkelanjutan sebagai lahan pengembangan budi daya kopi Liberika.

 

Artikel terkait