Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
satu-layanan
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 19 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1805457
Di Tengah Pandemi Covid-19 Balittri Memberikan Bimtek Rintisan Model Pengembangan Desa Mandiri Benih Kopi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi   
Kamis, 25 Juni 2020 07:30

Dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kemampuan Pengurus dan anggota Kelompok Tani pelaksa kegiatan Rintisan Model Pengembangan Desa Mandiri Benih Kopi di Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengan bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rintisan Model Pengembangan Desa Mandiri Benih Kopi pada tanggal 24 Juni 2020 di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pati. Kegiatan bimtek diikuti oleh 35 orang petani peserta yang berasal dari Kelompok Tani Wanasari Purwojati, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu Pati.

Acara bimtek dibuka dengan arahan dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Suryo Banendro, MP., dan dilanjutkan  presentasi makalah dengan judul Desa Mandiri Benih Sebagai Langkah Penumbuhan dan Penguatan Produsen Benih Perkebunan oleh Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Benih, Direktorat Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan,  Gento Widayanto, S.Sos, MM. Sebagai acara pokok adalah penyampaian materi Teknik Perbanyakan Benih Kopi dengan Metode Setek Berakar oleh Ir. Handi Supriadi dan dianjutkan praktek di lapang oleh Andi Subakti. Keduanya berasal dari Balittri, Sukabumi.

Dari hasil diskusi terungkap bahwa petani peserta bimtek secara umum sudah menguasai pengelolaan kopi dari hulu sampai hilir, tetapi tentang teknik perbanyakan benih kopi dengan metode setek berakar merupakan pengetahuan yang baru bagi mereka. Petani peserta sangat antusias dalam mengikuti acara bimtek, hal tersebut terbukti dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan ke narasumber dan tidak ada petani atau peserta yang meninggalkan acara bimtek.  Dari pembukaan sampai penutupan bimtek tingkat kehadiran petani peserta 100%.

 

Artikel terkait