Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
satu-layanan
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1805423
Penilaian Kebun Entres Kakao di Bali PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Ilham Nur Ardhi Wicaksono   
Jumat, 24 Juli 2020 10:30

Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan kakao adalah dukungan ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu. Terdapat dua desain sumber benih kakao yaitu kebun induk dan kebun entres. Kebun induk menghasilkan bahan tanam berupa biji dengan menggunakan tetua dan pola pertanaman yang sudah ditentukan sedangkan kebun entres menghasilkan bahan tanam untuk perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk, sambung samping, okulasi dan setek.

Kebutuhan benih di wilayah pengembangan kakao akan meningkat setiap tahunnya sehingga setiap wilayah tersebut diharapkan mempunyai kebun entres sendiri supaya menjamin ketersediaan dan distribusi benih unggul bermutu. Setiap daerah yang mempunyai kebun entres dan memenuhi syarat berdasarkan Kepmentan No 25/Kpts/KB.020/5/2017 bisa diajukan untuk dinilai dan ditetapkan.

Kegiatan penilaian dan penetapan kebun entres di Provinsi Bali dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 21-23 Juli 2020. Tim terdiri dari Laksmi Wijayanti, S.Si, M.M selaku Kasi Penilaian Varietas Ditjenbun, pemulia kakao Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Ilham Nur Ardhi Wicaksono, S.P., M.Si., pemulia kakao Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indah Anita Sari, SP. MSi., pengawas benih tanaman (PBT) Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya PH Padang, SP. M.Agr., dan Calon PBT Ditjenbun Mochammad Fahmi, SP.

Kebun entres yang akan dinilai dan ditetapkan adalah kebun milik dinas yang berlokasi di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Luas lahan 1 ha yang terbagi menjadi 4 blok dimana masing-masing blok menggunakan klon yang berbeda. Terdapat 4 jenis klon yang digunakan yaitu Sulawesi 1, MCC 02, ICS 60 dan ICCRI 03 dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 meter dan naungan gamal. Setelah dilakukan pemurnian ternyata hanya 2 blok saja yaitu blok Sulawesi 1 dan MCC 02 yang dinyatakan layak untuk ditetapkan menjadi kebun entres kakao. Sedangkan blok ICS 60 dan ICCRI 03 dinyatakan tidak layak karena jumlah populasinya sangat rendah.

Setelah penilaian di lapangan, tim membuat laporan hasil pemeriksaan dan berita acara penilaian dan penetapan calon kebun entres kakao. Kesimpulannya diantaranya adalah kelayakan 2 klon atau blok dari 4 yang diajukan, rekomendasi penetapan oleh tim penilai dan hasil taksasi entres kakao sebanyak 53.390 entres per tahun. Selain itu disarankan untuk dapat diproses penetapannya, dilakukannya evaluasi minimal 1 tahun sekali dan pemenuhan populasi ke dua klon yang mati dan off type sehingga potensinya semakin tinggi. Diharapkan dengan adanya kegiatan penilaian dan penetapan kebun entres ini dapat memenuhi kebutuhan benih unggul kakao di wilayah Provinsi Bali dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Artikel terkait