Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
satu-layanan
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 20 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1805406
Eksplorasi dan Observasi Kopi di Kab. Merangin dan Kab. Kerinci, Prov. Jambi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Nur Kholillatul Izzah   
Selasa, 28 Juli 2020 07:30

Provinsi Jambi dikenal sebagai penghasil kopi Robusta dan Arabika dengan citarasa yang baik. Sentra penghasil kopi Robusta terbesar di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Merangin, sedangkan sentra penghasil kopi Arabika adalah Kabupaten Kerinci. Namun, sampai saat ini belum ada varietas kopi Robusta dan Arabika yang telah dilepas. Oleh karena itu, dalam rangka mendapatkan kandidat varietas unggul baru kopi Robusta dan Arabika, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) melakukan kegiatan eksplorasi dan observasi kopi Robusta dan Arabika di dua daerah penghasil kopi tersebut.

Kegiatan eksplorasi dan observasi kopi Robusta dan Arabika dilaksanakan pada tanggal 20-23 Juli 2020 oleh staf Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Nuril Anwar, SP dan Neli Oktaviani, SP dan pemulia kopi dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Dr. Budi Martono, M.Si dan Nur Kholilatul Izzah, Ph.D. Eksplorasi plasma nutfah kopi Robusta dilakukan di kebun petani di Dusun Pauh, Kec. Jangkat, Kab. Merangin yang terletak pada ketinggian 1.355 m dpl. Dari hasil eksplorasi diperoleh sekitar 10 klon lokal kopi Robusta. Sementara, untuk eksplorasi plasma nutfah kopi Arabika dilakukan di kebun petani di Desa Jernih Jaya, Kec. Kayu Aro, Kab. Kerinci yang terletak pada ketinggian 1.487 m dpl. Ekplorasi di Desa Jernih Jaya diperoleh 10 klon lokal kopi Arabika. Dari 10 klon tersebut, 7 diantaranya telah diperbanyak dengan cara grafting dan ditanam pada tanggal 25 Februari 2019. Klon lokal kopi Robusta dan Arabika tersebut dipilih dengan kriteria mempunyai produksi tinggi dan berproduksi setiap tahun.

Semua klon lokal terpilih tersebut diambil sampel daunnya untuk keperluan analisis molekuler. Tujuan dari analisis molekuler ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik dari klon lokal tersebut dengan pembanding varietas kopi Robusta dan Arabika yang telah dilepas. Apabila hasil analisis molekuler menunjukkan bahwa klon lokal tersebut berbeda dengan varietas yang sudah dilepas, dapat diartikan bahwa klon lokal tersebut adalah individu yang berbeda, dan dapat dijadikan sebagai kandidat varietas unggul baru. Dengan demikian, klon lokal tersebut dapat diamati lebih lanjut produktivitasnya setiap tahun serta diuji citarasanya untuk mengetahui nilai citarasa dari masing-masing klon. Dari hasil kerjasama ini diharapkan diperoleh varietas unggul baru kopi Robusta dan Arabika yang mempunyai produksi tinggi dan citarasa baik yang dapat bermanfaat bagi petani kopi di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi.

 

Artikel terkait