Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
satu-layanan
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 21 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1805404
Peneliti Balittri menjadi Narasumber pada Bimbingan Teknis Produsen Benih Tanaman Perkebunan Tahun 2020 di Pontianak Kalimantan Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi   
Kamis, 30 Juli 2020 07:30

Bimbingan teknis (Bimtek) produsen benih tanaman perkebunan tahun 2020 dengan Tema Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Mutu Benih dilaksanakan pada tanggal 28 - 29 Juli 2020 di Hotel Garuda, Jalan Pahlawan No. 40, Pontianak Kaliamantan Barat. Bimtek tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat.

Pada hari pertama acara Bimtek dimulai dengan Sambutan, Pengarahan dan Pembukaan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat Heronimus Hero, SP., M.Si, kemudian dilanjutkan penyampaian makalah Regulasi Dalam Perlindungan Produsen Benih Tanaman Benih (Ditjenbun), Program dan Kegiatan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Mendukung Benih Tanaman Perkebunan di Kalbar Tahun 2020 (Disbun Provinsi Kalbar)  dan Kebijakan, Pengawasan dan Peredaran Benih Tanaman Perkebunan (UPSBP Kalimantan Barat).

Pada hari kedua acara diisi penyampaian materi oleh Ir. Handi Supriadi dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Sukabumi. Materi yang disampaikan yaitu : (1) Varietas/klon dan Teknik Perbanyakan Benih Tanaman Kopi, (2) Budidaya dan Penanganan OPT Tanaman Kopi dan (3) Panen serta Pasca Panen dan Pemasaran Produk Kopi. Peserta yang hadir pada hari kedua berjumlah 20 orang, yang terdiri dari produsen benih kopi, petani dan Pengawas Benih Tanaman Perkebunan. Berdasarkan hasil diskusi terungkap bahwa di Kalimantan Barat belum terdapat kebun sumber benih kopi, baik kebun induk mapun kebun Entres.  Produsen dan petani belum mengenal perbanyakan benih kopi dengan teknik setek berakar, sehingga mereka sangat antusias mengikuti bimbingan teknis, hal tersebut terlihat dari banyaknya perserta yang bertanya kepada narasumber.

 

Artikel terkait