Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Pakar Kopi
PPID
perpus_digital
Kalender Tanam
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
LPSE
WBK
Lapor.go.id
WBS

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 24 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1805357
Semangat Hari Perkebunan Ke-63 : Kontribusi Nyata Perkebunan Dongkrak Perekonomian di Indonesia PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Lia Anggraini   
Kamis, 10 Desember 2020 15:04

Perkebunan Indonesia telah melewati Sejarah yang panjang. Lebih dari 5 Abad yang lalu, lautan nusantara telah ramai oleh lalu lintas perdagangan komoditi utama produk perkebunan. Seperti Lada, Pala, cengkeh, dan rempah-rempah. Dan saat ini berkembang dengan berbagai komoditas unggulain lainnya seperti kopi, kakao, karet, dan kelapa sawit yang tetap menjadi produk utama pendulang devisa dan berperan dalam perekonomian nasional.

Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi, nilai tambah, daya saing perkebunan dalam rangka meningkatkan ekspor dan pemulihan ekonomi. Upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan salah satunya diawali dengan penggunaan benih unggul bermutu tinggi didukung dengan penggunaan sarana produksi yang tepat sesuai dengan rekomendasi dan penerapan sistem manajemen usaha tani dengan teknologi modern. Kegiatan penanganan produk hasil perkebunan sejak pemanenan hingga siap menjadi bahan baku atau produk akhir siap dikonsumsi menjadi fokus pemerintah saat ini.

Dorongan untuk pekebun menghasilkan produk jadi yang mempunyai nilai tambah dan daya saing terus dilakukan Kementerian Pertanian. Bantuan alat pengolahan dan pascapanen kepada kelompok tani setiap tahunnya meningkat. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk mendorong petani atau perkebunan rakyat untuk menghasilkan produk bukan menjual bahan mentah, yang pada akhirnya terbangun dengan sendirinya sebuah korporasi di sektor perkebunan.

Sektor perkebunan merupakan sektor yang penting dalam perekonomian dan peningkatan pendapatan devisa Indonesia terutama dalam masa pandemi covid-19. Data dari Kementerian Pertanian mencatat ekspor pertanian dan olahan pertanian pada Januari hingga Oktober 2020 mengalami peningkatan sebesar 11,6%, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. Nilai ekspor Januari hingga Oktober 2020 sebesar 359,5 triliun dimana subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 90,92%. Komoditas perkebunan yang melonjak paling besar disumbang oleh komoditas kelapa sawit, karet, Kakao, dan kopi.Semoga cita-cita dan harapan untuk menggerakkan roda perekonomian dan upaya pemulihannya pasca pandemi Covid-19 dapat segera terwujud dengan kerja keras kita bersama. Jayalah perkebunan Indonesia untuk perkebunan Indonesia maju.

 

Artikel terkait