Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Sigap UPG
TV-TANI
SKM
Kalender Tanam
LPSE
WBK
Pakar Kopi
perpus_digital
Ejurnal
pui-balittri
PPID
WBS
satu-layanan
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
Saber Pungli

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 27 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 2017747
Upaya membumikan GAP kopi melalui Permentan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Samsudin   
Rabu, 24 Maret 2021 13:35

Inovasi teknologi budidaya tanaman kopi yang terus berkembang mendorong upaya peninjauan kembali Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014 tentang Pedoman Budidaya (Good Agricultural Practices/GAP) Kopi. Kegiatan penyusunan Norma, Standar, Pedoman dan Kriteria (NSPK) GAP Tanaman Kopi ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada hari Senin - Rabu, 22 - 24 Maret 2021 bertempat di Hotel 101 Bogor Suryakencana Jl. Suryakencana No. 179-181, Bogor.

Kegiatan yang dibuka resmi oleh Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc mengundang narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Biro Hukum Kementerian Pertanian, Direktorat Perlindungan Perkebunan dan beberapa satker lingkup Ditjenbun.

Revisi Permentan kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, karena harus merubah format dan bahasa yang digunakan. Format Permentan yang baru ini terdiri dari Bab, Paragraf, Pasal dan Ayat-ayat. Pemilihan dan penempatan kata yang digunakan dalam kalimat-kalimatnya disamping harus mudah difahami, juga harus tepat sehingga tidak menimbulkan multitafsir. Kesulitan terbesar dalam penyusunan Permentan GAP model baru ini adalah merubah bahasa teknis menjadi bahasa hukum dengan gaya dan pola yang sudah baku. Menurut Dr. Ir. Samsudin, M.Si yang menjadi narasumber dari Balittri, GAP model baru ini merupakan upaya untuk "memaksa" para pelaku usaha perkebunan untuk menerapkan GAP kopi secara sungguh-sungguh di lapangan. Semoga upaya ini akan memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontinyuitas kopi Indonesia. (Sam)