Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
PPID
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
WBK
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Sigap UPG
WBS
LPSE
TV-TANI
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
perpus_digital
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 13 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1979301
Hari ke 3 Rakor TIK Balitbangtan 2021, Tips dan Trik Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berkala Menuju Terindeks Scopus PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Nursilan & Arifa Chan   
Selasa, 30 Maret 2021 10:35

Tanggal 19 Maret 2021 rangkaian Rapat Koordinasi Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lingkup Balitbangtan di Savero Hotel Depok memasuki hari ke tiga,  masih diikuti oleh 30 peserta off line (tatap muka) dan 70 peserta online (daring) yang terdiri dari pengelola TIK lingkup Balitbangtan. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa peneliti dan pengelolaa aplikasi OJS (Open Jurnal System) lingkup Balitbangtan.

Sejalan dengan arahan Kabadan Litbang Pertanian, agar jurnal litbang terindeks Scopus,  maka hari ketiga pelaksanaan koordinasi diisi dengan Tips dan  Trik Pengelolaan  Jurnal Ilmiah Berkala Menuju Terindeks Scopus oleh Prof. Ismeth Inounu dari Puslitbangnak. Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004. Dalam Paparanya, Prof. Ismeth Inounu membagikan pengalaman dalam  pengiriman jurnal ke scopus. Beliau menjelaskan langkah demi langkah pengisian syarat syarat terindeks scopus dan memberikan tips dan trik  agar mendapat penilaian makalah/jurnal secara maksimal.

 

Rangkaian acara Rakor pengelola TIK Lingkup Balitbangtan ditutup oleh Kabag Perencanaan Arif Surahman, S.Pi,M.Sc,Ph.D yang turut menyampaikan beberapa rumusan rakor TIK tahun 2021. Beliau berharap tujuan diadakannya Rakor Pengelola TIK bisa tercapai dengan  memaksimalkan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan pelayanan dan percepatan informasi di Kementerian Pertanian khususnya Badan Litbang Pertanian. (Nursilan/Arifa Chan)

 

Artikel terkait