Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
PPID
Saber Pungli
pui-balittri
SKM
WBK
Pakar Kopi
Ejurnal
satu-layanan
Sigap UPG
WBS
LPSE
TV-TANI
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
perpus_digital
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 25 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1979327
Koordinasi dan Survey Tim Balittri ke Yogyakarta dalam Kegiatan Hilirisasi Teknologi Varietas Unggul Kakao BL50 PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Eko Heri Purwanto   
Kamis, 15 April 2021 10:57

Dalam rangka koordinasi dan survey lokasi untuk kegiatan hilirisasi teknologi dan varietas kakao BL50, pada tanggal 7 - 8 April 2021 Tim peneliti Balittri yang terdiri dari Ir. Edi Wardiana, M.Si , Eko Heri Purwanto, M,Sc dan Dr. Kurnia Dewi Sasmita M.P., melakukan kunjungan ke BPTP Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Perkebunan Gunung Kidul dan beberapa lokasi petani kakao di wilayah Bantul dan Gunung Kidul.

Kunjungan Tim Peneliti Balittri ke BPPTP pada tanggal 7 April 2021 diterima oleh Ka Balai BPTP Yogyakarta Dr. Soeharsono S.Pt, M.S. dan peneliti agronomi Sutardi S.P., M,Si, untuk penjajakan kerjasama kegiatan hilirisasi teknologi dan varietas kakao BL 50 dilanjutkan survey ke lahan IP2TP BPTP Yogyakarta, lokasi kebun kakao milik petani di Dlingo (Bantul), Plosokerep (Gunung Kidul) dan Bunder (Gunung Kidul). Pada tanggal 8 April 2021, Tim peneliti Balittri dan BPTP Yogyakarta malaksanakan kunjungan ke Dinas Pertanian dan Hortikultura, Gunung Kidul dan melakukan diskusi dengan Ir. Budi Sudartanto selaku Kabid Hortikultura dan Perkebunan Gunung  Kidul dilanjutkan dengan survey lokasi calon kebun entres BL 50 di Wonosari, Gunung Kidul.

Sesuai grand desain kawasan kakao di DIY difokuskan untuk dua daerah, yaitu Kulon Progo (3.585 Ha) dan Gunung Kidul (1.421 Ha). Pascapanen kakao di Gunung Kidul sudah maju dengan adanya beberapa sentra pengolahan kakao menjadi cokelat dan sebagai ikon wisata, tetapi masih memerlukan support untuk budidayanya. Rehabilitasi perlu dilakukan di kebun petani Gunung Kidul baik dengan sambung samping atau penyulaman benih kakao sambung pucuk dengan varietas kakao unggul. Petani kakao Gunung Kidul sangat tertarik dengan Kakao varietas BL50 yang telah dilepas Balittri bekerjasama dengan Pemda Sumatera Barat karena potensi produksinya bisa mencapai 3,69 ton/ha/th sehingga memerlukan info lebih lanjut tentang varietas tersebut melalui leaflet, brosur dan bimbingan teknis.

Belum ada penangkar benih kakao bersertifikat di Gunung kidul karena kesulitan untuk sertifikasi petani penangkar benih kakao dan kebun benih kakao. Oleh karena itu, sangat memerlukan peneliti yang paham tentang sertifikasi benih/kebun benih dan pengawalan dari Balittri untuk membangun kebun benih/entres sampai menghasilkan benih kakao bersertifikat di Gunung Kidul. Tindak lanjut kegiatan ini adalah pembangunan calon kebun entres kakao BL50 di lahan Dinas Pertanian dan Perkebunan Gunung Kidul yang didukung dan didampingi secara teknis dari Tim Peneliti dan Penyuluh BPTP Yogyakarta dan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi.

Selain dua kegiatan di atas, dilakukan juga survey lokasi dan diskusi petani kooperator untuk kerjasama penelitian tentang pengaruh fungi Mikoriza dan Pupuk Hayati untuk antisipasi stres kekeringan pada tanaman kakao. Calon Lokasi yang telah berhasil diindentifikasi adalah Dusun Plosokerep dan Dusun Gambiran, Desa Bunder Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul.

 

Artikel terkait