Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Sigap UPG
TV-TANI
SKM
Kalender Tanam
LPSE
WBK
Pakar Kopi
perpus_digital
Ejurnal
pui-balittri
PPID
WBS
satu-layanan
Lapor.go.id
baittri-siap-zi
Saber Pungli

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 30 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 2017756
Kegiatan RPIK Penerapan Teknologi Pengembangan Kopi Berkelanjutan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dwi Astutik   
Sabtu, 28 Agustus 2021 07:30

Jumat, 27 Agustus 2021, Kepala Balittri Dr. Tri Joko Santoso, Ir Handi Supriadi, Iing Sobari, S.P dan Dwi Astutik, M.Sc mengunjungi 2 desa di Kabupaten Banjarnegara untuk meninjau perkembangan Riset Penelitian Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) Pengembangan Pertanian Modern dan Berkelanjutan. Kegiatan tersebut adalah kerjasama antara Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan). Penelitian yang dilakukan oleh Balittri berjudul Penerapan Teknologi Untuk Pengembangan Kopi Berkelanjutan Di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Penelitian dilakukan di 2 desa yaitu desa Sumberrejo kecamatan Batur dan desa Sarwodadi kecamatan Pejawaran Banjarnegara.

Di desa Sumberrejo Kecamatan Batur, tim peneliti dari Balittri berdiskusi dengan kepala desa dan petani tentang pelaksanaan kegiatan tersebut kegiatan penelitian yang sudah berjalan di desa tersebut. Desa Sumberrejo kecamatan Batur termasuk wilayah yang mempunyai kemiringan antara 15-40% dan cukup sesuai (S2) untuk pengembangan kopi Arabika, namun mayoritas petani masih menanam sayuran sebagai pendapatan utama. Pengembangan lahan untuk hortikultura dapat meningkatkan kerusakan lahan dan menurunkan kesuburan tanah. Oleh sebab itu, Balittri mendorong petani untuk mengembangkan kopi Arabika dengan tanaman penaung glirisidia sebagai upaya dalam konservasi lahan. Tim Peneliti Balittri akan mengembangkan tanaman kopi Arabika seluas 3 hektar dengan tanaman glirisidia sebagai tanaman penaung tetap.  Selain itu akan dikembangkan pula tanaman Carica yang merupakan komonditas penting sebagai penaung tetap. Tanaman kopi juga dapat diusahakan dengan sistem tumpangsari dengan tanaman sayuran untuk dapat menjaga keberlanjutan pendapatan petani dan memberikan keuntungan ekologis.

Di desa Sarwodadi kecamatan Pejawaran tim peneliti Balittri juga berkoordinasi dengan Kepala Desa. Tim peneliti dan kepala desa merencanakan pengembangan kopi sebagai upaya konservasi lahan. Kepala desa Sarwodadi memandang kegiatan konservasi ini sangat perlu  dilakukan dengan komonditas kopi sebagai tanaman utama. Karena selain dapat melestarikan alam, juga dapat meningkatkan pendapatan petani setempat. Selain pengembangan kopi secara poliklonal yang dilaksanakan, dikembangkan juga klon yang sudah dilepas oleh Balittri yaitu kopi Robusta varietas Korolla yang berasal dari Lampung. Hal tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran klon-klon yang sudah dilepas. Selain penanaman Kopi baru, di desa Sarwodadi juga akan dilakukan rehabilitasi pada tanaman kopi yang sudah ada. tim Balittri akan melakukan rehabilitasi tanaman kopi seluas 0,5 hektar dan penambahan tanaman penaung berupa tanaman sengon. Penanaman kopi Robusta baru pada lahan seluas 1,5 hektar. Pada lahan 0,5 hektar akan ditambahkan tanaman penaung tani sengon.  Kegiatan penelitian ini akan dilakukan pada lahan yang dimiliki 3 petani setempat.

 

Artikel terkait