Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
WBK
TV-TANI
LPSE
SKM
perpus_digital
Lapor.go.id
WBS
Kalender Tanam
Pakar Kopi
pui-balittri
baittri-siap-zi
satu-layanan
PPID
Ejurnal
Saber Pungli
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 21 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 2065278
Bimbingan Teknis “Percepatan Diseminasi Inovasi dan Teknologi Tanaman Perkebunan” di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Iing Sobari   
Kamis, 21 Oktober 2021 07:30

Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Badan Libang Kementrian Pertanian di Fave Hotel tanggal 19 Oktober 2021 mengambil tema “Percepatan diseminasi inovasi dan teknologi tanaman perkebunan”. Bimtek ini diikuti oleh petani dari kabupaten Cilacap. Bimtek ini juga di hadiri oleh Bupati Cilacap yang di Wakili Kepala dinas pangan dan perkebunan Cilacap, Ir. Susilan, Kepala Puslitbang Perkebunan yang diwakili koordinator KSPHP Puslitbangbun, Dr. Tedy Dirhamsyah SP. MAB Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat dan anggota komisi IV DPRRI H. Sunarna, S.E., M.Hum.

 

Dalam sambutannya kepala Puslitbang Perkebunan yang diwakili koordinator KSPHP Puslitbangbun bimtek ini diharapkan memberikan informasi mengenai varietas maupun teknologi hasil penelitian  Puslitbangbun maupun Badan Litbang Pertanian. Kemudian Koordinator KSPHP Puslitbangbun juga mengungkapkan bahwa sektor perkebunan mampu memberikan dukungan ekonomi yang besar dibanding sektor lain yang mengalami penurunan terutama pada saat pandemi sekarang ini. Sementara Anggota DPPRI komisi IV berpesan agar petani selalu meningkatkan kualitas pengetahuan baik dalam budidaya, pascapanen maupun pemasaran. Anggota komisi IV DPPRI juga mengungkapkan perlu dilakukan kolaborasi yang mewadahi petani, pengusaha maupun pemerintah sehingga menjadikan kekuatan besar dalam memajukan sektor perkebunan. Wadah tersebut tidak harus berbentuk koprasi, bisa saja berbentuk komunitas sehingga mampu bertindak cepat dalam mengatasi permasalahan yang di hadapi sehingga pertanian di Cilacap semakin maju.

 

Pelaksanaan Bimtek berjalan dengan baik dan banyak diskusi. Materi Bimtek pertama di sampaikan oleh Ir Susilan sebagai kepala dinas pangan dan perkebunan Cilacap. Beliau memaparkan di  kabupaten Cilacap terdapat beberapa perkebunan Negara/PBS/PTPN yaitu PT. JA Wattie Kaliminggir/Ciseru-cipari (karet) dengan luas 2.898,78, PT. Jeruklegi/Gunung karet (karet) dengan luas 376,37 ha, PTP Nusantara IX Kawung/Warnasari (karet) dengan luas 5.087,26 ha dan PT. Rumpun Sari Antan Caruy  (kakao)  dengan luas   483,9 ha. sedangkan. Perkebunan Rakyat (Kelapa dalam, kelapa deres, kopi, kakao, lada, pala, karet, cengkeh, dll  dengan luas  38.475,34 Ha. Kepala dinas juga mengungkapkan beberapa permasalahan utama dalam bidang perkebunan yaitu : Tidak tersentranya areal perkebunan rakyat, Tidak stabilnya harga pasar hasil perkebunan, belum optimalnya kualitas hasil produk perkebunan dan belum optimalnya hasil olahan produk perkebunan (pasca panen). Beberapa program dan kegiatan yang dilaksanakan yaitu: peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian / perkebunan, peningkatan penerapan teknologi pertanian / perkebunan, peningkatan produksi pertanian / perkebunan dan peningkatan kesejahteraan petani. 

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh peneliti Balittri membahas tentang pengenalan jenis dan budidaya kopi. Penyampaian materi ini bertujuan untuk mendiskusikan apakah pelaksanaan budidaya tanaman kopi sudah sesuai budidaya yang baik atau belum. Dalam sesi diskusi, pertanyaan peserta mayoritas terkait pemasaran hasil perkebunan. Dalam diskusi juga terungkap bahwa salah satu kendala dalam pemasaran hasil adalah gula semut kelapa dimana harganya rendah karena banyak pemasok. Untuk itu petani mengharapkan agar diberikan sertifikat bagi kebun kelapa maupun produknya sehingga harga bisa bersaing dengan pemasok lainnya. Kepala dinas pangan dan perkebunan Ir. Susilan mengungkapkan bahwa pemerintah kabupaten Cilacap telah berusaha mencari fihak yang mampu menyerap produk produk perkebunan, seperti  pemerintah pemprov DKI melalui Food Stasion. Tetapi Masih terkendala terkait kecocokan harga. Pertanyaan peserta pada materi budidaya kopi adalah bagaimana mengatasi semangat yang tinggi petani dalam penanaman sedangkan hasil pertanian sulit dipasarkan. Narasumber Budidaya kopi pun menjelaskan perlu adanya kolaborasi antara petani, pengusaha dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Salah satu langkah yang baik adalah Bimtek yang diselenggarakan hari ini mampu menghimpun petani, eksekutif daerah, maupun legislatif daerah dan pusat sehingga diharapkan menjadi langkah positif dalam mengembangkan sektor perkebunan Cilacap. Ditambahkan juga oleh Kabid Perkebunan dinas pangan dan perkebunan cilacap bahwa diharapkan petani sabar untuk tidak menebang tanaman perkebunan pada saat harga turun. Hal ini dikarenakan peluang kenaikan harga di sektor perkebunan akan selalu ada. Penebangan pada tanaman yang belum memberikan hasil akan semakin merugikan petani.

 

Artikel terkait