Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
baittri-siap-zi
Kaldu Emas
Pakar Kopi
Lapor.go.id
perpus_digital
LPSE
Kalender Tanam
Ejurnal
WBK
WBS
Sigap UPG
TV-TANI
PPID
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 2243787
Menilik Kopi Arabika Lokal Garut PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Ilham Nur Ardhi Wicaksono   
Jumat, 12 November 2021 07:30

Pada hari Kamis (11/11/2021), Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) menugaskan tim pemulia kopi untuk melaksanakan observasi dan identifikasi kopi Arabika lokal Garut yang familiar di kalangan petani dengan sebutan kopi “USDA’”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari surat permohonan narasumber dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Tim Balittri yang terdiri dari Dani M.Sc, Ir. Enny Randriani dan Ilham Nur Ardhi Wicaksono M.Si, didampingi oleh Triadhini Dhamayanti Ernan, SP, ME., Kepala UPT Balai Benih Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Ruang lingkup kegiatan berupa wawancara dengan petani, peninjauan lokasi kebun, serta pengamatan karakter morfologi tanaman.

Varietas "USDA" mulai dikembangkan pada tahun 2007 oleh petani bernama Bapak Ajum yang beralamat di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa varietas tersebut berasal dari populasi kopi Arabika yang digunakan sebagai tanaman sela di perkebunan teh milik PT Bumi Prada/Baru Ulis, Cikajang. Varietas “USDA” diklaim masih mampu tumbuh dan berkembang baik meskipun tanpa perawatan yang intensif, berbeda dengan varietas Sigarar Utang yang terkesan “manja”. Ukuran buah dan biji yang relatif besar juga menjadi daya tarik bagi petani untuk mengembangkan varietas tersebut. Dengan demikian, varietas kopi yang toleran terhadap kondisi “low input” tersebut berpotensi dikembangkan lebih luas. 

Jauh sebelumnya tim peneliti Balittri pernah melakukan kegiatan identifikasi kopi Arabika di perkebunan teh milik PT Bumi Para/Baru Ulis. Kegiatan tersebut berhasil mengidentifikasi tiga morfotipe kopi Arabika, yaitu (1) tipe katai dengan daun pucuk berwarna hijau muda, (2) tipe katai dengan daun pucuk berwarna cokelat, dan (3) tipe jagur dengan daun pucuk berwarna merah kecokelatan. Morfotipe pertama dan kedua diyakini berasal dari Brasil, namun tidak diketahui dengan pasti varietas asalnya. Diduga varietas asalnya merupakan tipe Catimor, yaitu hasil persilangan buatan antara varietas Caturra dan Hibrido de Timor (HdT). Morfotipe ketiga diduga merupakan varietas Typica atau lebih dikenal dengan nama lokal “Kopi Buhun”.

Berdasarkan informasi petani bahwa asal-usul varietas “USDA” adalah tipe katai dengan daun pucuk hijau muda (morfotipe 1), maka dapat disimpulkan bahwa varietas tersebut tidak identik dengan USDA 762.  Berdasarkan deskripsi varietas USDA 762 yang tertuang dalam SK Menteri Pertanian No. 06/Kpts/TP240/1/95, tipe pertumbuhan varietas USDA 762 tergolong tinggi (tall) melebar serta diskus pada buah sempit berjenggot, berbeda dengan varietas “USDA” yang dikembangkan petani. Varietas “USDA” memiliki tipe pertumbuhan katai (dwarf) dan tidak terdapat jenggot pada diskus buahnya. Kegiatan ini dapat membuka wawasan dan peluang bagi Tim Balittri untuk mendalami keistimewaaan dari masing masing varietas lokal Garut. Adalah tugas bersama untuk menjaga agar varietas ini tetap ada dan lestari dan dapat dikembangkan maksimal sebagai varietas kopi potensial asli Garut.

 

Artikel terkait