-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Lapor.go.id
Saber Pungli
SKM
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 34 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976855
Petani Lampung Sambut Panen Kopi dengan Harga Tinggi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Rabu, 15 Mei 2013 00:00

Para petani komoditas kopi robusta perdesaan pada beberapa daerah di Provinsi Lampung menyambut gembira menjelang datangnya panen raya kopi pertengahan tahun 2013 ini dengan harga yang menurut mereka cukup tinggi, yaitu sekitar Rp15.000/Kg. "Sekarang para petani kopi sedang memetik buah selang (buah belajar), sedangkan panen rayanya sekitar satu bulan lagi dengan harga saat ini yang cukup tinggi," kata seorang petani kopi di Dusun Sangunjaya, Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Saipul, di Kotabatu, Minggu. Menurut dia, desa yang terletak di paling ujung barat Lampung Tengah itu sebagian besar warganya petani, baik petani kopi, lada, ubi kayu, coklat, buah-buahan, dan belakangan gemar dan kelapa sawit di samping ada yang memelihara ikan budidaya kolam air yang memiliki sehektare dua hektare kebun itu menjelaskan, saat ini para petani kopi mulai memetik buah belajar, atau warga biasa menyebutnya buah selang, yaitu buah kopi satu dua yang sudah tua atau merah tidak rontok selanjutnya dijual.

Masa panen rayanya sendiri diperkirakan akhir Mei hingga Juni 2013 yang akan datang. Meski masih buah belajar, harga kopi petani di desa yang berjarak sekitar 100 Km barat laut Kota Bandarlampung itu cukup lumayan, yakni sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000/Kg. "Memang kalau buah belajar harga jualnya masih agak rendah karena biasanya kualitasnya belum baik dan tidak merata tetapi sudah cukup lumayan, bisa laku sekitar Rp15.000/Kg, diharapkan saat panen raya nanti harga biji kopi bisa lebih tinggi," katanya.

Petani kopi setempat lainnya, Dhofir, menjelaskan, kopi sering turun-naik, jika sedang murah sekitar Rp5.000/Kg, sedangkan saat tinggi bisa atas Rp20.000/Kg. diberitakan, kualitas biji kopi robusta di sejak pada awal April makin membaik, karena cuaca mulai cerah, sehingga harga komoditas itu terdongkrak naik di tingkat pedagang Sentra tanaman kopi di Provinsi Lampung menyebar di Kabupaten, antara lain Kabupaten Tanggamus, Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan paling besar di Kabupaten Lampung Khusus Desa Kotabatu, termasuk salah satu desa dan tertinggal serta sering terisoilasi jika musim hujan, merupakan desa penghasil sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan serta perikanan.Desa itu terdapat sekitar 750 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.500 jiwa, yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Sumber : http://beritadaerah.com