-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Lapor.go.id
pui-balittri
TV-TANI
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK
perpus_digital
satu-layanan
Ejurnal
Pakar Kopi

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 114 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290334

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1573/file/picture) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/berita/one/1573/file/picture) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674
Wakil Menteri Pertanian Mengunjungi Balittri PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Kamis, 31 Oktober 2013 00:00

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Dr. Rusman Heriawan mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Badan Litbang Pertanian di Pakuwon Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013), kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan beliau sebelumnya terutama mengenai sumber energi alternatif bahan bakan nabati

Dalam kunjungan tersebut, Wamentan dan rombongan meninjau Kebun Percobaan Pakuwon dan berdiskusi seputar bahan bakar nabati (BBN) seperti biodiesel dari tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma). Tidak hanya itu, komoditas lainnya yang menjadi mandat Balittri seperti kopi, kakao, dan karet tidak luput dari perhatian.

Wamentan mengharapkan bahwa komoditas yang ada merupakan show window sehingga perlu terus dipelihara dan dikembangkan, termasuk komoditas yang bukan mandat penelitian Balittri, seperti kemiri sunan. Hal ini, menurut Wamentan, adalah untuk menunjukkan prestasi kerja yang maksimal dan memelihara aset hasil penelitian, tidak dibatasi oleh tupoksi.

Program kegiatan yang tidak cermat tanpa memperhitungkan kemampuan petani, dapat berakibat tidak tercapainya sasaran. Di samping itu perlu ada evaluasi terhadap perbandingan jumlah inovasi teknologi yang telah dihasilkan dan jumlah inovasi teknologi tersebut yang digunakan oleh masyarakat.

Dalam akhir arahannya, Wamentan senantiasa mengajak para peneliti untuk terus bekerja pantang menyerah dan meningkatkan kemampuannya.  Jika hal ini berhasil, maka indeks penilaian kinerja diharapkan juga meningkat. “Jangan melakukan pekerjaan yang sia sia, tapi lakukanlah kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat,” ujar Wamentan.