-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
Pakar Kopi
Kalender Tanam
TV-TANI
Lapor.go.id
pui-balittri
WBS
Sigap UPG
Saber Pungli
SKM
PPID
WBK
perpus_digital
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 176 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1290404

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1518/file/picture) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/berita/one/1518/file/picture) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674
Seminar Nasional Inovasi Teknologi Kopi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Jumat, 30 Agustus 2013 00:00

Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan penghasil devisa negara, sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah. Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam.

Pada beberapa tahun terakhir berkembang isu-isu yang terkait dengan upaya untuk mengamankan kesinambungan ekonomi kopi dunia. Negara-negara yang menjadi pasar utama kopi menginginkan kualitas kopi yang sesuai dengan tuntutan konsumen seperti keamanan pangan, pelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan petani dan nilai sosial lainnya. Isu ini juga tidak terlepas dari tren yang berkembang, bahkan telah menjadi salah satu ideologi ekonomi dunia yaitu green economy.

Pendekatan green economy menjamin terpeliharanya hubungan timbal balik antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan fungsi lingkungan dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Pengadopsian konsep green economy dalam agribisnis kopi selain dapat menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing agribisnis kopi di Indonesia, juga merupakan jawaban atas berbagai tuntutan dari pihak konsumen.

Sebagai salah satu upaya mempercepat difusi inovasi teknologi kopi kepada pemangku kepentingan mendukung green economy nasional, Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan Seminar Nasional Inovasi Teknologi Kopi di Bogor (28/8/2013) dengan tema “ Penguatan Peran Inovasi Teknologi Kopi Menuju Green Economy Nasional”. Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Ekspo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) yang puncaknya akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada hari Jumat (30/8/2013).

Kepala Badan Litbang Pertanian dalam sambutan sekaligus keynote speech yang dibacakan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Dr. M. Syakir mengatakan bahwa inovasi teknologi yang dihasilkan dari kegiatan penelitian merupakan jawaban dari berbagai isu yang terkait dengan green economy. “Inovasi teknologi berperan dalam mendorong peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran, peningkatan mutu produk sesuai dengan tuntutan konsumen, peningkatan pendapatan petani serta pelestarian lingkungan sehingga terbangun system agribisnis kopi yang berkelanjutan” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa inovasi yang telah tersedia untuk pengembangan green economy meliputi penyediaan bahan tanaman (varietas) unggul, budidaya ramah lingkungan dan pengolahan berlandaskan pada kaidah keamanan pangan. Varietas unggul yang sudah banyak diadopsi adalah varietas kopi S-795 yang tahan terhadap cekaman lingkungan dan penyakit karat daun, dengan budidaya ramah lingkungan yang diarahkan pada penggunaan pupuk organik, biopestisida dan budidaya berbasis konservasi tanah dan air, serta penerapan Good Handling Practices (GHP) pada pengolahannya yang dapat menghilangkan cemaran residu. “Diharapkan melalui seminar ini dapat menguatkan peran inovasi teknologi sebagai unsur utama peningkatan daya saing yang perlu dikembangkan secara luas kepada pengguna agar dapat diadopsi untuk menghasilkan produk yang mampu menciptakan preferensi pasar global dan mendukung pencapaian green economy” tutupnya

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Naskah Kerjasama antara Badan Litbang Pertanian dengan Kabupaten Meranti, Kabupaten Karimun, PT. Tambi, PT. Bumi Loka dan KSR (Kopi Garut).