-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 15 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 872749
Kopi RI Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Senin, 02 Desember 2013 00:00

Jakarta - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini mengatakan, kopi yang ditanam petani di daerah tertinggal tidak kalah kualitas dan cita rasanya dengan kopi produk luar negeri. Bahkan sebagai produk unggulan, kopi dari banyak daerah di Indonesia sudah diakui sebagai salah satu kopi terbaik dunia.

"Ada satu kopi yang terkenal dari kabupaten Bener Meriah. Namanya kopi Berghendel. Beberapa kedai kopi dengan merek ngetop di Amerika mengambil pasokan kopi dari sini,” kata Helmy Faishal usai membuka stand “Roemah Kopi Nusantara Daerah Tertinggal” di ajang Agri& Agro Festival di TMII Jakarta, Jumat (29/11/2013).

Menurutnya, banyak daerah di Indonesia merupakan penghasil kopi kualitas tinggi yang bahkan sudah mengekspor hasil produksinya ke negara-negara besar di Eropa dan Amerika. Namun meski sudah mendunia, patut disayangkan karena justru di dalam negeri sendiri belum banyak yang mengenal.

Stand “Roemah Kopi Nusantara” sengaja dibuat khusus untuk mempromosikan kopi-kopi Indonesia agar lebih dikenal baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Dari keseluruhan 32 kabupaten penghasil kopi, sedikitnya 20 kabupaten kategori tertinggal turut memamerkan produk kopi unggulan mereka. Ada kabupaten Toraja Utara dengan andalan kopi Torajanya, kabupaten Gayo Lues dengan kopi Tanah gayonya, dan kabupaten Bondowoso dengan Kopi Luwaknya.

“Dengan kampanye seperti ini kita ingin menjadikan kopi Indonesia tuan rumah di negeri sendiri. Ini penting demi kemajuan kopi Indonesia, demi kesejahteraan petaninya, dan kebanggaan kita semua tentunya,” terang Helmy.

Menteri termuda di Kabinet Indonesia Bersatu II ini mengaku, sebagai pecinta kopi sudah banyak mengoleksi kopi-kopi dari daerah tertinggal. Di ruang koleksi di kediamannya, puluhan jenis kopi lengkap dengan mesin peracik kopi bisa dengan mudah ditemui. Menurutnya, ini adalah bagian dari sebuah eksplorasi untuk mendalami kekayaan cita rasa kopi.

“Terus terang setiap kunjungan ke daerah saya selalu menyempatkan diri untuk menikmati kopi unggulan setempat,” terang menteri ‘home barista’ ini.

Kopi, jelas Helmy, adalah salah satu produk unggulan yang masuk dalam program percepatan pembangunan daerah tertinggal. Kementerian PDT sudah melakukan berbagai intervensi program untuk mengembangkan produksi kopi di daerah tertinggal.

Tak cukup dengan bantuan langsung, Kementerian PDT pun melakukan berbagai koordinasi dengan koleganya di kementerian terkait. Secara nasional, kopi kini menempati urutan ke-6 pemacu pertumbuhan ekonomi setelah garmen.

 

Sumber : inilah.com