Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
WBK
Sigap UPG
Lapor.go.id
Pakar Kopi
perpus_digital
SKM
LPSE
Ejurnal
Kalender Tanam
TV-TANI
WBS
pui-balittri
satu-layanan
PPID
Saber Pungli

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 13 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1590407
Produksi Kakao Masuk Zona Kuning PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Senin, 20 Januari 2014 15:08

Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Zulhefi Sikumbang menyatakan, 400 ribu ton biji kakao siap diolah untuk industri setengah jadi. "Tahun ini akan naik 400 ribu ton biji kakao yang siap diolah," kata Zulhefi, Senin, 13 Januari 2014, di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Sebelumnya, pada 2010, Indonesia lebih banyak mengekspor biji kakao. Tapi karena ada program hilirisasi sejak April 2010 melalui pajak ekspor biji kakao, saat ini industri setengah jadi meningkat luar biasa. Sebelum ada program tersebut, biji kakao yang diolah hanya 125 ribu ton. Tahun lalu, angkanya melonjak hingga 350 ribu ton yang diolah di dalam negeri.

Namun, kata Zulhefi, produksi biji kakao hanya 450 ribu ton. "Ini sudah lampu kuning padahal kapasits industri 600 ribu ton. Jadi kalau jalan semua bahannya cuma 450 ribu ton, tentu kita kekurangan," kata Zulhefi.

Nah, untuk meningkatkan produksi biji kakao ini dibutuhkan tenaga penyuluh petani untuk mengajarkan cara merawat tanaman kakao yang bagus sehingga produksi bisa naik 2 kali lipat. Kuncinya, kata Zulhefi, memangkas dan merawat tanaman kakao sesuai standar. Selama ini kedua hal itu kurang dilakukan.

Zulhefi menuturkan jika program penyuluhan ini berjalan, diperkirakan produksi kakao bisa melonjak 700 - 800 ribu ton. Bila produksi kakao mampu mencapai angka tersebut, industri kakao akan aman sehingga tidak mengganggu bahan baku.

Sumber : www.tempo.co

http://www.tempo.co/read/news/2014/01/13/092544494/Produksi-Kakao-Masuk-Zona-Kuning