-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
Kalender Tanam
perpus_digital
Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
SKM
Lapor.go.id
Saber Pungli
WBS
Ejurnal
WBK

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 26 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976794
Jawa Barat Kuasai 78 Perkebunan Teh di Indonesia PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Selasa, 10 Juni 2014 08:33

Sepanjang perjalanan dari Cisarua menuju kawasan Puncak dan Cianjur Jawa Barat kita akan menemukan hamparan perkebunan Teh. Salah satu provinsi yang memiliki potensi perkebunan teh yang terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil teh terbesar di Tanah Air Nusantara, lebih dari 78% produksi perkebunan teh nasional dihasilkan dari daerah tersebut, dengan demikian teh dijadikan komoditas unggulan di Provinsi Jawa Barat.

Produksi perkebunan teh nusantara yang dihasilkan tangan tangan mahir dari petani Provinsi Jawa Barat senantiasa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Memiliki luas areal perkebunan teh nusantara yang mencapai 109.900 hektar atau sekitar 78 persen dari luas areal perkebunan teh di Indonesia, dan tiap tahunnya provinsi Jawa Barat berhasil menyumbang 80 persen total kebutuhan produksi teh nasional.

Daerah-daerah perkebunan teh yang tersebar antara lain di Kabupaten Bandung, Sukabumi, Cianjur, Bogor, Perwakarta, Subang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Majalengka. Kabupaten Bandung merupakan daerah penghasil  teh utama di provinsi Jawa Barat. Sebesar 42 persen produksi hasil tanaman teh Jawa Barat dihasilkan dari daerah ini, dengan areal tanaman teh yang tersebar di Kecamatan Pangalengan, Ciwidey, Cipeundeuy, Cikalong Wetan dan daerah Pasirjambu.

Namun demikian, sekalipun disebut penghasil teh terbesar di Indoneisa, revitalisasi perkebunan teh Indonesia tidak berfokus pada Jawa Barat saja. Dengan revitalisasi perkebunan teh Indonesia dapat dikelola dengan baik, maka diharapkan provinsi lain yang memiliki potensi perkebunan Teh dapat dikembangkan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan yang juga pernah menjabat sebagai kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Rusman akan menggandeng dinas perkebunan di tingkat provinsi untuk melakukan revitalisasi perkebunan teh di Indonesia.

Revitalisasi perkebunan teh Jawa Barat nantinya untuk membantu perkebunan rakyat, mekanismenya lewat dinas setempat apa yang akan dilakukan perkebunan rakyat untuk perbaikan kualitas produksi teh di Jawa Barat. Sehinga penyusutan lahan yang mengakibatkan produktivitas teh menurun dapat segera diperbaiki agar tidak mengalami gangguan dalam peningkatan hasil tanaman teh.

Perbaikan mutu teh Indonesia menjadi hal yang penting dan utama untuk upaya penyelamatan agribisnis teh nasional, dengan itu perlu melakukan program perbaikan mutu teh Idonesia. Juga program perbaikan pengolahan dan pemanenan dan juga pada saat pemeliharaan tanaman, pengolahan, dan juga penyimpanau

Hal yang sama terjadi dengan komoditas kopi yang telah menjadi bagian gaya hidup, demikian juga teh Indonesia kedepannya harus menjadi bagian lifestyle dari semua kalangan masyarakat baik dalam dan luar negeri.

Sampai saat ini Indonesia menjadi produsen ke-6 di dunia dan menghasilkan produk teh sebesar 143.000 ton per tahun, dari jumlah tersebut 65 persen teh Indonesia diekspor ke luar negeri seperti Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia.

Pemerintah berharap melalui revitalisasi perkebunan teh di daerah Jawa Barat dapat meningkatkan produksi teh, sehinga melalui komoditas teh Indonesia dapat menambah devisa negara, yang secara tidak langsung juga ikut mensejahterakan masyarakat setempat.

Sumber : http://beritadaerah.com